Gedung PAPAK, Bekas Rumah Bordil Jepang di Purwodadi – Grobogan

Like dan Bagikan

Sejarah Singkat Gedung PAPAK Sebagai Rumah Bordil Tentara Jepang

Di kabupaten Grobogan, ternyata banyak sekali obyek atau bangunan sejarah yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obyek wisata sejarah. Salah satunya yang akan kami ulas berikut ini, bangunan bersejarah itu adalah gedung PAPAK, bekas rumah bordil tentara Jepang pada masa perang dunia II yang berlokasi di kecamatan Geyer – kabupaten Grobogan

Gedung PAPAK

Gedung PAPAK adalah sebuah rumah kuno yang luasnya kira – kira 338,5 meter persegi. Masyarakat setempat menamainya “PAPAK” sebab atap gedung ini terlihat datar dan tak ber-genteng. Gedung PAPAK hingga sekarang masih kokoh berdiri di Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Grobogan dan tak jauh dari KPH Gundih.

Walaupun dari kejauhan, bangunan bersejarah tersebut masih terlihat megah dengan ciri khas ber-arsitektur kolonial Belanda tempo dulu, namun sekarang sudah terlihat tak terawat. Perlu diketahui, Gebung PAPAK ini telah tercatat sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Purwodadi – Grobogan.

 

Gedung PAPAK terdiri dari 2 lantai, yang masing masing terdapat 4 ruangan yang cukup luas. Begitu masuk bangunan bekas rumah bordil Jepang ini, akan langsung terlihat kesan tak terawat dan terbengkalai. Sangat kotor dengan debu menempel pada sudut – sudut ruangan, lengkap dengan sarang laba – laba yang menggantung.

Gedung PAPAK juga dianggap angker oleh masyarakat setempat, mengingat dulunya sebelum dipakai Jepang sebagai rumah bordil, tempat ini juga kerap digunakan oleh tentara kolonial Belanda menyiksa dan membunuh tawanan.

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, kebiadaban penjajah juga tak berhenti setelah jaman pendudukan Jepang. Gedung PAPAK diubah oleh para tentara Jepang sebagai asrama para perwira dan rumah bordil, persinggahan para Jugun Ianfu (wanita penghibur militer) bagi tentara Jepang kala itu.

Gedung PAPAK
Ilustrasi para Jugun Lanfu

Tanpa bermaksud mengulik tragedi lama yang pernah terjadi di kabupaten Grobogan, para Jugun Ianfu diambil dari gadis – gadis muda pribumi yang dipaksa untuk menghibur para tentara Jepang. Tak jarang para gadis muda ini digunakan sebagai pemuas birahi serta obyek penyiksaan bagi yang menolak. Sehingga kerap kali terdengar suara jeritan dan rintihan dari para Jugun Ianfu tersebut dari luar Gedung PAPAK, sejak itu penduduk setempat menganggap tempat ini angker

C:\Users\samsung\Pictures\gambar WP\gedung papak1.jpg

Kesan angker pasti juga akan sangat terasa bagi pendatang baru, karena mungkin disebabkan oleh tidak terawatnya Gedung PAPAK ini. Dengan suasana yang begitu hening dan senyap, seakan mempertegas kesan angker pada bekas rumah bordil Jepang di kabupaten Grobogan ini.

 

Berita Populer:


Like dan Bagikan

Tinggalkan Balasan