oleh

Grobogan Menjadi Ikon Kedelai Nasional

Grobogan Ikon Kedelai Nasional

Kegigihan Pemkab Grobogan dalam usaha meningkatkan produksi kedelai mendapat apresiasi dari Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto. Bahkan Grobogan sudah lama menjadi gudangnya kedelai Jateng

Blusukan

Menurut pria asal Klaten ini, Grobogan tiap tahun mempunyai areal tanam kedelai sangat luas. Ia mencontohkan di  Desa Kalangbancar yang terletak di areal hutan dan bertanah tadah hujan ini, selain padi dan jagung juga bisa ditanami kedelai. “Dengan adanya kedelai Varietas Grobogan berkualitas dengan produksi tinggi dan didukung areal tanam cukup luas, Grobogan layak menjadi ikon kedelai nasional,” ujarnya ketika melakukan pencanangan tanam kedelai serentak bersama Bupati Grobogan dan unsur FKPD,  serta Danrem Makutarama di Desa Kalangbancar Kecamatan Geyer Grobogan, Jumat (6/10).

“Dengan jumlah produksi tinggi, areal tanam yang luas serta adanya varietas kedelai yang sudah bersertifikasi dari Kementrian Pertanian, yaitu Varietas Grobogan, maka sudah selayaknya Grobogan bisa menjadi ikon kedelai nasional,” tegas Sumarjo lagi.

Bersamaan dengan acara tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni, menjelaskan, luas tanam kedelai di daerahnya tahun 2017 ada 22.713 hektare dengan produksi diperkirakan mencapai 51.104 ton wose kering. Sedangkan tahun 2016 produksinya mencapai 48.316 ton. Dengan produksi sebesar itu, kontribusi kedelai daerahnya untuk Jateng 43,08 persen dari total produksi Jateng, dan 4,9 persen dari total produksi nasional.

Untuk mewujudkan Grobogan sebagai Kota Kedelai, pihaknya telah mendirikan Rumah Kedelai Grobogan (RKG), yang menggambarkan agrobisnis kedelai dari hulu sampai hilir. Yaitu dengan membangun seed centre, tempat pengolahan tempe dan tahu higienis, ruang pembelajaran, lahan percontohan, pusat promosi dan resto.

Dalam upaya mewujudkan swasembada kedelai nasional, piihaknya juga sudah menyiapkan perluasan areal tanam (PAT) yang dibiayai dari APBN-P 2017 di lahan perhutani, hutan rakyat dan tegal seluas 7.357 hektare, yang diantaranya di Desa Kalangbancar seluas 200 hektare. Serta dari APBD Jateng seluas 1.515 hektare. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru