oleh

Sejumlah Perlintasan KA Tanpa Palang Terancam Ditutup Grobogan

Pentupan Palang Kereta Api
Palang pintu KA hasil swadaya masyarakat desa Katong ini terus dijaga bergantian

Kementerian Perhubungan RI telah melakukan sosialisasi terkait penutupan perlintasan sebidang pada jalur KA yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan. Sosaialisasi yang melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogam, Kepolisian dan Kecamatan dimulai sejak Rabu (11/10). Total hingga Kamis (12/10) telah dialaksanakan sosialisasi penutupan perlintasan sebidang di 12 kecamatan.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, Agung Sutantto mengatakan sosialisasi tersebut disampaikan kepada pihak desa di 12 kecamatan tersebut. Pihak desa diberikan waktu hingga akhir tahun 2017 untuk mendata perlintasan yang ada di wilayah masing-masing.

Palang Kereta Api Teranca Di Tutup
Masyarakat desa katong manfaatkan perlintasan ini untuk mempersingkat waktu tempuh

“Penutupan perlintasan sebidang dilakukan setelah hasil pendataan dari desa diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Dengan adanya penutupan perlintasan sebidang ini dapat mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan kereta api,” papar mantan Kabag Humas Setda ini.

 

Seperti yang diketahui, beberapa waktu terakhir terjadi keccelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan bermotor. Terakhir, dua kali terdapat kecelakaan di perlintasan sebidang di desa Katong dan Sedadi, kecamatan Penawangan. Untuk mengantisipasi bertambahnya angka kecelakaan, penutupan perlintasan sebidang ini disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.

“JIka nantinya perlintasan ditutup, warga bisa beralih melewati jalur lain. Tetapi jika tetap dibuka, maka konsekuensinya ada palang pintu dan penjaga dengan biaya swadaya masyarakat desa setempat,” imbuh Agung.

Palang Kereta Api
Sigapnya petugas segera menutup palang ketika kereta api lewat

Agung menyerahkan kepada pihak desa untuk menentukan pilihan dengan mengadakan musyawarah untuk mengambil keputusan. Agung menambahkan di wilayah Kabupaten Grobogan ini terdapat 139 titik perlintasan. 13 diantaranya sudah dipasang perlintasan yang dijaga petugas dan satu titik perlintasan yang dibangun dan dijaga melalui swadaya masyarakat desa setempat, yakni di desa Katong kecamatan Toroh.

 

“Mulai dari kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Gubug, Karangrayung, Godong, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan sampai Gabus semua ada 139 titik perlintasan. “Beberapa perlintasan yang arus lalulintasnya ramai biasanya ada penjaga swadaya. Upaya lain untuk menekan angka kecelakaan yaitu dengan memasang rambu-rambu peringatan dan garis kejut.,” pungkasnya

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru