oleh

Seminar Kebangsaan Grobogan, Perang Energi Perang Masa Kini

PERANG ENERGI, PERANG MASA KINI

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya. Dengan kekayaan tersebut, sebagai WNI perlu menjaga tanah air dan bangsa Indonesia. Empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika perlu dijadikan pedoman bagi semua WNI agar tidak tumbuh perpecahan. Hal tersebut disampaikan langsung Kapten Inf Budi Purwanto dari Kodim 0717/Purwodadi dalam Seminar Kebangsaan di Aula Makodim 0717/Purwodadi, Selasa (10/10).

Seminar Kebangsaan Purwodadi Grobogan

Budi juga memaparkan perang tidak hanya terjadi di masa lalu. Di masa kini juga terdapat perang. “Perang masa kini bentuknya berupa perang energi dengan ancaman adanya Proxy War yaitu perang menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk berperang melalui berbagai aspek Poskobud (Politik, Sosial, Ekonomi, dan Budaya),” paparnya.
Perang ini, lanjut Budi, dapat merusak pola pikir manusia karena di dalamnya terdiri perang mengenai pangan, air dan energi yang ada di sekitar Khatulistiwa Indonesia. Hal tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dalam waktu 6 tahun menjadi satu milyar jiwa. “Ini yang akan jadi konflik ke depan yakni energi, pangan dan air,” katanya.

Selain perang energi, ancaman propaganda pada media sosial menjadi ancaman baru. Hal tersebut diutarakan langsung oleh AKP Anton W, SH, Kasat Intelkom Polres Grobogan yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Ancaman terbesar yakni adanya berita yang belum tentu benar alias Hoax. Menurut Anton, berita hoax inilah yang juga dapat merusak pola pikir masyarakat dan menimbulkan banyak statemen yang negatif. “Contoh berita hoax misalnya pada satu foto yang dibuat jadi dua berita. Misal di media sosial foto ini diunggah dengan caption penyerangan umat Muslim tetapi pada faktanya foto ini diambil dalam peristkea demonstrasi kenaikan BBM,” papar Anton.

Peserta Seminar Kebangsaan

Pujiyanto, ketua KWG mengatakan kegiatan seminar kebangsaan ini diadakan untuk memberikan materi pentingnya membentengi diri dari radikalisme. Terutama di wilayah Kabupaten Grobogan yang punya SDA dan potenso lainnya yang perlu dijaga oleh masyarakat Grobogan. “Dengan harapan Grobogan bersih dari paham radikalisme yang menjadi ancaman paling berbahaya terutama untuk generasi muda,” jelasnya.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Dheki Kenedi, anggota DPRD F-PDIP yang memaparkan materinya tentang perlunya penangkalan radikalisme dan juga Yudhi Sudarmanto, Kepala Kesvanglinmas Grobogan. Serta tamu undangan lainnya seperti perwakilan pelajar dan insan pendidik. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru