Sejarah Air Terjun Bidadari Di Wana Wisata Widuri Kabupaten Grobogan

Like dan Bagikan

Sejarah Air Terjun Widuri Tempat Mandi 7 Bidadari Dalam Kisah Jaka Tarub

Banyak yang bertanya tentang air terjun bidadari dalam kisah terkenal jaka tarub, maka air terjun widuri di kabupaten groboganlah tempatnya. Terletak di kawasan hutan lindung, suasana air terjun ini begitu asri dan tenang. Air terjun widuri termasuk dalam kawasan desa kemadohbatur, kecamatan tawangharjo – grobogan. Lokasinya berjarak kira – kira 21 km dari pusat kota purwodadi, ibukota kabupaten grobogan.

Sejarah Air Terjun Bidadari Di Wana Wisata Widuri

Banyak kisah tentang air terjun bidadari diseluruh penjuru nusantara, contohnya : Air Terjun Bidadari Di Selopanggung Kediri Jawa Timur, Malang, Blitar, Curug Bidadari Sentul, bahkan kisah air terjun bidadari juga ada di Lahat. Terlepas dari cerita mana yang lebih meyakinkan, ini berarti kisah tentang para bidadari yang turun ke bumi untuk mandi, memang sudah terkenal sejak dulu.

Meneruskan tentang profil air terjun widuri yang diyakini oleh warga sekitar sebagai tempat mandi 7 bidadari dalam kisah jaka tarub, tempatnya memang sangat cocok bagi anda yang suka berwisata di alam terbuka. Udaranya yang sejuk, serta tidak terlalu panas karena banyak sekali pohon rimbun disekitarnya menjadikan suasana begitu asri. Tiket masuknyapun sangatlah murah dan ekonomis, dan dikelola oleh masyarakat sekitar bersama dengan KPH Perhutani

Sejarah Air Terjun Bidadari Di Wana Wisata Widuri

Sejarah Air Terjun Widuri Dalam Kisah Terkenal 7 Bidadari Dan Jaka Tarub

Alkisah pada jaman dahulu, terdapat 7 bidadari dikahyangan terpikat oleh keindahan dan kejernihan sebuah air terjun ditengah hutan. Mereka semua bersaudara, dan merupakan bidadari tercantik dikahyangan. 7 bidadari ini ingin sekali turun kebumi untuk menikmati sejuknya air di air terjun itu. Mereka sepakat untuk meminta ijin sang Ayahanda. Namun ternyata mereka tidak mendapat ijin, karena takut akan terpengaruh sifat jahat manusia dibumi.

Karena tekad mereka begitu besar, akhirnya 7 bidadari bersaudara ini turun ke bumi tanpa meminta ijin sang ayah mereka. Masing – masing berbekal sebuah pusaka berupa selendang yang nantinya, akan membawa mereka terbang kembali ke kahyangan.

Sampailah mereka ke air terjun yang dimaksud. Tanpa membuang waktu lagi ke 7 bidadari ini melucuti semua perhiasan yang menempel ditubuh mereka, termasuk selendang sakti agar tidak ikut basah ketika mereka mandi dan menikmati kejernihan air di air terjun tersebut.

Ketika ada tanda bahwa sang Ayah mencari mereka dikahyangan, maka semua bidadari tersebut akan bergegas menggenakan semua perhiasan dan selendang mereka untuk kembali ke kahyangan. Beberapa kali mereka melakukan hal itu tanpa sepengetahuan sang ayah, dan kembali kekahyangan dengan selamat.

Suatu saat akan ada acara besar di kahyangan, dan para bidadari bersaudara itu ingin tampil cantik dihadapan sang ayah. Mereka memutuskan untuk kembali ke air terjun, tempat biasa mereka mandi bersama.

Tak disangka keberadaan mereka tanpa sengaja diketahui oleh seorang pemuda yang sedang berburu sendirian ditengah hutan, dia dijuluki Jaka Tarub (pemuda dari desa Tarub). Dengan seksama pemuda tersebut memperhatikan ke 7 bidadari yang sedang mandi ditengah hutan itu. “Semuanya cantik rupawan, andaikan ada satu saja yang mau menjadi istriku” pikirnya dalam hati

Sejarah Air Terjun Bidadari Di Wana Wisata Widuri

Kemudian terbesit dalam hatinya untuk menyembunyikan pakaian salah satu bidadari tersebut yang ada ditepi air terjun. Benar saja, tiba – tiba ada tanda dari kahyangan bahwa sang ayah sedang mencari mereka. Ke 7 bersaudara ini menjadi kalang kabut untuk kembali kekahyangan. Tanpa memperhatikan saudaranya, satu persatu mereka kemudian terbang setelah berpakaian dan memakai selendang pusaka.

Widodaren, Asal Kata Dari Nama Air Terjun Bidadari “Widuri”

Setelah sampai dikahyangan, mereka sadar bahwa ada satu saudari mereka yang tertinggal karena satu selendang disembunyikan oleh Jaka Tarub. Ayah mereka menjadi sangat murka karena turun ke bumi tanpa ijin dan meninggalkan salah satu saudari mereka. Akhirnya semua selendang pusaka diambil sang ayah sebagai hukuman atas kesalahan mereka. Sang ayah kemudian turun kebumi untuk menjemput anaknya yang tertinggal, namun dia sudah menghilang dari air terjun itu. Sejak itulah, air terjun itu diberi nama Widuri, yang berasal dari kata Widodaren yang artinya air terjun bidadari.

Bidadari yang tertinggal tersebut bernama Dewi Nawangwulan. Dia ditolong dan diajak pulang oleh Jaka Tarub dengan syarat mau diperistri, sang dewipun setuju. Setelah beberapa lama pernikahan mereka dikaruniai seorang anak, yang kelak diberi nama Dewi Nawangsari

Suatu ketika, dewi Nawangwulan pergi lumbung dan menemukan selendang pusakanya dulu yang ternyata disembunyikan oleh suaminya sendiri. Sang dewi sangatlah marah dan terbang kembali ke kahyangan meninggalkan suami dan anak semata wayangnya.

Sejarah Air Terjun Bidadari Di Wana Wisata Widuri

Itulah sekelumit kisah Jaka Tarub, yang menurut warga setempat merupakan sejarah dari air terjun bidadari “Widuri” ini. Benar tidaknya cerita tersebut adalah kepercayaan masing – masing, yang jelas pemandangan di air terjun bidadari ini memang sangatlah indah dan memiliki potensi yang bagus jika dapat dikembangkan kebih bagus lagi

Berita Populer:


Like dan Bagikan

Tinggalkan Balasan