Danang Merubah Kayu Mati Menjadi Benda-benda Unik

Like dan Bagikan

DANANG KREASIKAN KAYU MATI UNTUK BENDA-BENDA UNIK

 

Kayu mati yang berada di hutan dimanfaatkan Danang Himawan untuk membuat kerajinan rakyat. Ya, Danang membuat aneka macam bentuk benda-benda etnik yang unik, antaralain tombak,l gelang, kalung, pipa rokok, keris, tongkat dan sebagainya. “Kali pertama saya membuat ini pada tahun 2011. Saya membuat aneka macam kerajinan ini. Bahan bakunya kayu-kayu mati. Kayu-kayu ini diambil dari hutan di sekitar Kabupaten Grobogan,” katanya.

Kerajinan Kayu Antik Di Purwodadi
Kerajinan Kayu Antik Di Purwodadi

Di sebuah perkampungan padat penduduk, tepatnya di kompleks jalan Taman Makam Pahlawan ini, Danang mengkreasikan aneka jenis kayu untuk diolah menjadi benda-benda tersebut. Jenis-jenis kayu ini meliputi kayu cendana, mahoni, dan kayu jati dan 20 jenis kayu lainnya. Pelanggannya pun berdatangan dari berbagai kalangan. Utamanya kolektor.

Danang Memeperlihat kan Hasil kerajinan Kayu
Danang Memeperlihat kan Hasil kerajinan Kayu

“Ada berbagai macam pandangan dari masyarakat mengenai kerajinan yang saya buat ini. Terutama kerajinan tombak, kalung, gelang atau cincin batu akik ini. Sering dikira dukun atau apa saja tapi saya memang suka dengan benda-benda seperti ini dan saya kreasikan saja ternyata diminati kolektor,” tutur pria bertubuh bongsor ini yang sudah punya pelanggan tetap dari sekitar Purwodadi ini.

 

Pada pameran ekonomi kreatif beberapa waktu yang lalu, Danang ikut serta. Ia menampilkan berbagai karyanya. Terutama pipa rokok yang saat ini sedang hits. Pipa rokok yang ia ukir ini harganya mulai dari Rp 50.000,- per batang. Aris, warga Nglejok, merupakan satu dari sekian pelanggan Danang. Ia memang hobi mengumpulkan barang etnik seperti ini. “Saya percaya benda-benda seperti ini itu bisa dikatakan bertuah. Bertuah lebih kepada untuk kesehatan. Bisa digunakan sebagai media pengobatan tradisional. Untuk harganya standar, ya” kata Aris yang mulai menjadi pelanggan tetap Danang sejak 2014 ini.

Meski telah lama berproduksi, Danang tetap saja kekurangan bahan baku. “Saat ini susah untuk mencari kayu-kayunya maka saya sering melakukan eksplorasi ke hutan-hutan untuk mencari kayu-kayu yang dibutuhkan dalam proses produksi,” katanya.

Air Kayu Secang
Air Kayu Secang

Selain memproduksi benda-benda tersebut, Danang juga menjadikan kayu sebagai obat, seperti kayu secang. Serbuk kayu secang ini direndam air hangat. Fungsinya untuk mengusir rasa lelah pada tubuh. “Namun, untuk mengonsumsinya tidak disarankan minum tiap hari,” pungkas Danang.


Like dan Bagikan

Tinggalkan Balasan