Giliran Bupati Nias Barat Dolan ke Grobogan

Like dan Bagikan

Bupati Nias Barat Sharing Dengan Hj. Sri Sumarni

Faduhusi, Bupati Nias Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Grobogan pada Senin (11/12) dan diterima langsung oleh Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, di ruang rapat kantor Wakil Bupati. Faduhusi yang didampingi istrinya melakukan studi banding mengenai pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kabupaten yang dipimpinnya dengan kabupaten yang dipimpin Sri Sumarni.

“Saya mendapat informasi tentang kemajuan Kabupaten Grobogan ini. Kebetulan adik saya ini bekerja di salah satu bank swasta di sini. Kata dia, sekarang ini Kabupaten Grobogan mengalami kemajuan yang cukup pesat,” papar Faduhusi, saat berbincang dengan Sri Sumarni.

Dalam pertemuan tersebut, Faduhusi juga memaparkan perbedaan antara kabupaten Nias Barat dengan Grobogan sangat jauh. Pasalnya, untuk sumber PAD Nias Barat hanya Rp 15 M. Sedangkan dana APBD per tahun anggaran hanya Rp 500 juta. Berbeda dengan Kabupaten Grobogan yang bisa mendapatkan PAD dari berbagai sektor terutama pertanian.

“Kabupaten Nias Barat ini baru berdiri delapan tahun dan masih dalam tahap perbaikan pasca terjadinya tsunami. Untuk mengembangkan daerah kami masih jauh tertinggal dengan Kabupaten Grobogan. Karena itu kami ingin belajar banyak dari Grobogan ini,” tambah Faduhusi.

Bupati Nias Barat Sharing Dengan Hj. Sri Sumarni

Bupati Grobogan pun memaparkan bagaimana perkembangan Kabupaten Grobogan hingga saat ini. Ia memaparkan sektor pertanian merupakan sektor yang paling menonjol dan dapat mendongkrak PAD. “Berdasarkan struktur APBD TA 2017, pendapatan daerah kami hampir mencapai Rp 2,5 triliun. PAD kami sebesar Rp 440.891.892.189 atau 17,71 persen dari total pendapatan daerah. Di daerah kami memang mayoritas penduduknya bergelut di bidang pertanian. Berbagai macam tanaman pertanian ditanam oleh para petani yaitu padi, jagung, kedelai, dan pajale. Kami juga sering mendapatkan juara nasional,” kata Sri Sumarni.

Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan juga menegaskan untuk segi infrastruktur menjadi skala prioritas. “Alokasi untuk pengembangan infrastruktur di Kabupaten Grobogan yakni Rp 400 M dimana Rp 200 M menggunakan dana pinjaman dari pihak ketiga,” jelas Sri Sumarni.

Perbincangan hangat ini berakhir dengan tukarmenukar cinderamata. Bupati memberikan kenang-kenangan berupa plakat kepada Fasuhudi begitu sebaliknya, Fasuhudi memberikan kenang-kenangan berupa kain tenun asli Nias Barat kepada Bupati dan jajaran yang mendampinginya.


Like dan Bagikan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan