oleh

Pelopor Sejarah Jalur Kereta Api Indonesia di Purwodadi – Grobogan

-WISATA-422 views

Sejarah Jalur Kereta Api di Purwodadi – Grobogan

Membicarakan tentang sejarah perkereta-apian di Indonesia, tak dapat lepas dari kota Semarang yang sejak dulu diketahui sebagai pelopor pendirian dan pembangunan jalur kereta api pertama kali di Indonesia oleh NISM pemerintah Hindia Belanda. Dalam pengembangannya, jalur kereta api di wilayah Purwodadi – Grobogan juga masuk didalamnya. Jalur kereta api pertama di Indonesia ini melintas sepanjang 25 Km dengan lebar rel 143 Cm, dan diresmikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 10 Agustus 1867.

Pelopor Sejarah Jalur Kereta Api Indonesia di Purwodadi - Grobogan

Kereta api yang datang langsung dari pelabuhan Semarang, menuju ke stasiun Tanggoeng di desa Tanggungharjo. Selanjutnya jalur ini dirubah kembali pada tahun 1910, karena penutupan jalur kereta api Magelang. Stasiun ini masih aktif hingga sekarang sebagai stasiun pengawas, namun stasiun kereta api yang di Semarang sudah nyaris tidak tersisa. Oleh karena itu, stasiun Tanggoeng telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Republik Indonesia.

Pelopor Sejarah Jalur Kereta Api Indonesia di Purwodadi - Grobogan

Sejarah Jalur Kereta Api di Purwodadi – Grobogan

 

 

 

 

 

 

 

Pembangunan jalur kereta api pertama kali oleh NISM dari Semarang inilah, kemudian memunculkan banyak investasi untuk pembangunan jalur kereta api. Salah satunya jalur maskapal PgSM (Poerwodadi Goendih Stoomtram Maatscappij).

Stasiun Tanggoeng Pelopor Sejarah Jalur Kereta Api Indonesia Di Purwodadi – Grobogan

Maskapal PgSM ini kemudian membangun dan mengelola jalur tram (tramweg) Solo-Purwodadi. Dimulai dari Stasiun Gundih sampai Stasiun Purwodadi PgSM . Saat itu terdapat tiga stasiun besar di Kota Purwodadi – Grobogan, antara lain: Stasiun Purwodadi PgSM, Stasiun Purwodadi Lama milik SJS (Semarang Joana Stoomtram Maatschappij) yang melayani jalur kereta api lintas Demak-Blora, dan Stasiun Purwodadi Baru yang masih ada sampai sekarang

Jalur kereta api Solo – Purwodadi diselesaikan oleh PgSM pada tahun 1884, dan beroperasi hingga sampai sekitar tahun 1892. Kemudian jalur kereta api ini dibeli oleh Maskapal SJS, pemegang jalur di pesisir utara Jawa antara Semarang dan Lamongan.

Maskapal SJS ini kemudian merubah dengan memenpendekan jalur ke Stasiun Purwodadi baru milik SJS pada tahun 1914, Stasiun Purwodadi milik PgSM kemudian ditutup.

Didalam jalur ini pernah juga dibangun cabang untuk menyambung ke Stasiun Ngrombo, beberapa saat setelah jalur Brumbung-Ngrombo-Gambringan selesai dibangun oleh StaatsSpoorwegen. Dan jalur inipun bertahan sampai sekitar tahun 1980-an.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru