oleh

Tempe Raksasa Terbesar Sukses Dibuat, Pemkab Grobogan Terima Penghargaan MURI

Tempe Raksasa Buatan Pemkab Grobogan Sukses Pecahkan Rekor MURI Sebagai Yang Terbesar

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 29 Jpg

Bertepatan dengan kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada kamis (30/11/2017). Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memamerkan prestasinya. Selain masakan dan sejarah tempe, Daerah Grobogan telah lama dikenal sebagai salah satu setra penghasil kedelai lokal di Indonesia, pada kamis kemarin telah sukses memecahkan rekor MURI untuk pembuatan tempe raksasa terbesar dengan bahan baku kedelai lokal asli non-GMO.

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 31 Jpg

Tempe raksasa terbesar di Indonesia tersebut berukuran 7×10 meter, dan tebal 5cm. Proses pembuatan tempe raksasa terbesar tersebut memerlukan waktu 3 hari,dan ditempatkan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Grobogan.

Tempe Raksasa Terbesar Itu Memerlukan 2 Ton Kedelai Lokal Grobogan

Tempe raksasa terbesar itu sengaja dipamerkan sebagai salah satu acara pembukaan Grobogan Expo bertajuk Ekonomi Kreatif. Pengakuan resmi secara tertulis berupa sertifikat dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), diserahkan langsung oleh Eksekutif Manajer Muda MURI, Sri Widayati kepada Bupati wanita pertama Grobogan, Sri Sumarni. Dan disaksikan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Sumardjo Gatot Irianto dan beberapa pejabat negara.

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 30 Jpg

Perwakilan dari MURI, Sri Widayati menyatakan, tempe raksasa ini tak hanya menyandang predikat rekor sebagai tempe raksasa terbesar berskala nasional, namun juga dunia. Tempe raksasa dari Grobogan ini, didaulat menjadi tempe terbesar di Indonesia setelah berhasil melampaui ukuran tempe raksasa serupa yang pernah dibuat di Malang, Jatim dengan ukuran 6 x 9 meter.

Dalam proses pembuatan tempe raksasa terbesar di dunia milik pemkab Grobogan ini memerlukan bahan baku kedelai lokal sebanyak 2 ton. Tenaga pembuatnya adalah putra – putra daerah kabupaten Grobogan yang terdiri dari 75 perajin tempe, penyuluh pertanian swadya, Dinas Pertanian, dan kelompok masyarakat.

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 27 Jpg

Tempe raksasa buatan pemkab Grobogan ini setelah dipamerkan dan mendapat pengakuan dari MURI, kemudian dipotong menjadi 21.000 potong tempe kemasan normal untuk diolah berbagai variasi resep olahan tempe unik dan modern, sebagian dibagikan kepada pengunjung untuk dibawa pulang

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 24 Jpg

Menurut Bupati Grobogan, Sri Sumarni, suksesnya pembuatan tempe raksasa terbesar di Indonesia dan Dunia berbahan baku kedelai lokal ini adalah bukti nyata keberasilan Pemkab Grobogan dalam mengembangkan varietas kedelai lokal asli non-GMO (Genetically Modified Organisms) yang telah tumbuh subur didaerahnya.

C Users Samsung Documents Grob Screenshot 28 Jpg

Pengembangan varietas kedelai non-GMO ini dilakukan oleh pemkab Grobogan sebagai upaya untuk mengatasi ketergantungan pada kedelai impor. Proyek pemkab Grobogan inipun mendapat dukungan dari PERHUTANI dengan kerjasama pengadaan lahan untuk penanaman kedelai varietas lokal asli non-GMO seluas 100 ribu hektar dari semula 20 ribu hektar. Menurut Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Sumardjo Gatot Irianto, dengan diterimanya sertifikat MURI untuk tempe raksasa terbesar, Pemkab Grobogan dapat menjadi awal dan pemicu untuk prestasi – prestasi lain dikemudian hari

Komentar

Berita Terbaru