oleh

Dedikasi Polantas IPDA Afandy, Pada Pekerjaan dan Keluarga

-TOKOH-246 views

IPDA Afandy, Selalu Luangkan Waktu Untuk Keluarga

Bagi warga Kabupaten Grobogan, tentu saja tidak asing dengan sosok yang satu ini. Pria yang berprofesi sebagai Polantas ini memang cenderung menakutkan dari raut wajahnya. Terutama bagi pengendara sepeda motor atau mobil yang keder saat ditilang olehnya. Ya, dialah Ipda Afandy. Anggota Satlantas Polres Grobogan ini memang akrab bagi para pengendara. Meski wajah menakutkan, namun sebenarnya pribadi ayah dua orang anak ini sangat humanis. Afandy mengakui dirinya lebih senang bertemu dengan pengendara di jalan. Terutama para pengendara yang tidak membawa surat kelengkapan saat melintas di wilayah hukum Kabupaten Grobogan. Mereka yang kedapatan melanggar peraturan kerap dinasehatinya agar tetap patuh pada peraturan yang ada.

Dedikasi Polantas IPDA Afandy

“Saya prihatin sekali dengan pengendara roda empat atau roda dua. Terutama bagi yang tidak punya SIM dan belum waktunya mengendarai kendaraan di jalan. Anak-anak sekolah apalagi. Mereka sudah diizinkan orang tuanya membawa kendaraan tanpa melihat efek sampingnya seperti apa,” kata alumnus Secapa Sukabumi ini saat beberapa waktu lalu.

Tentu saja penegasan Afandy ini disertai pembandingan jaman ia masih sekolah dulu. Menurutnya, pada jaman dulu pemilik kendaraan jumlahnya masih sedikit. Bahkan, para orang tua pada saat itu sangat sayang dengan anak-anaknya. Saking sayangnya mereka, para orang tua tidak memperbolehkan anak-anaknya mengendarai kendaraan bermotor (KBM) dan itu tidak terjadi saat ini. “Para orang tua saat ini justru memperbolehkan anak-anaknya bawa sepeda motor atau mobil. Kalau pas ditilang baru alasan mereka sudah berbeda lagi. Entah karena anak-anak mereka benar-benar tidak bisa dinasehati atau karena mereka tidak mau tahu yang penting anak-anak sudah dipercaya bawa motor, kalau sudah ditilang bisa diurus dengan mudah. Itu ‘kan contoh yang tidak baik ya,” jelasnya.

Meski seluruh waktunya didedikasikan untuk pekerjaannya, Afandy tidak melupakannya keluarga kecilnya begitu saja. Jika ada kesempatan libur, Afandy langsung pulang ke rumahnya di Semarang. “Saya dan keluarga tinggal berjauhan. Saya ditugaskan di Grobogan. Istri di Semarang tapi bukan berarti perhatian saya pada istri dan anak-anak hilang. Kangen sih memang, tapi saya berusaha bagi waktu antara kerjaan dan keluarga,” paparnya.

Dedikasi Polantas IPDA Afandy Pada Pekerjaan dan Keluarga

Bersama dengan Dewi Novitasari, istrinya, ia mendidik kedua anaknya dengan contoh-contoh yang baik dan bermanfaat. “Kebetulan istri saya juga bekerja di kepolisian. Dia polwan. Jadi kami sama-sama memberikan penerapan dan pemahaman kepada anak-anak kami bagaimana berperilaku yang baik di dalam maupun di luar rumah,” tegasnya.

Alumnus SMAN 3 Temanggung ini memang sangat mencintai pekerjaannya. Tidak peduli siang dan malam, hujan atau panas, Afandy berkomitmen menjalankan tugasnya sebagai Polantas. Terlebih jika ada kejadian di lapangan, Kanit Turjawali Polres Grobogan ini langsung ke TKP.

Dedikasi Polantas IPDA Afandy Pada Pekerjaan dan Keluarga

Seperti musibah kecelakaan KA vs truk molen di Sedadi beberapa waktu lalu, ia bersama tim Turjawali Satlantas Res Grobogan langsung datang ke TKP. Padahal jam sudah menunjukkan waktu tidur malam. Tentu saja eksistensi Afandy dan rekan-rekannya dalam bekerja dilakukan secara totalitas. “Yang saya pesan untuk masyarakat Kabupaten Grobogan agar perlu diketahui supaya berhati-hati saat berkendara. Lengkapi surat-surat yang ada. Jangan sampai ada pelanggaran. Karena pada umumnya, kecelakaan dapat terjadi karena berawal dari pelanggaran,” pungkas ayah dari Abhysta dan Raditya ini. (Hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru