Keberagaman Dalam Perayaan Natal di Desa Toko

Like dan Bagikan

Masih dalam rangkaian perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, warga GKJ Wolo pepanthan Toko mengadakan bakti sosial diantaranya donor darah, khitan massal, potong rambut dan pengobatan gratis serta pasar murah. Kegiatan tersebut diselenggarakan Minggu (7/1/2018) pagi di gereja tersebut.

Pdt Rahmat P. Rajagukguk
Pdt Rahmat P. Rajagukguk

Pada hari yang sama juga diadakan perayaan Natal bersama majelis dan jemaat GKI Gereformeerd dan GKI Purwodadi di pelataran GKJ Wolo pepanthan Toko. Budi Kristiyono, ketua panitia, mengatakan sangat bersyukur telah terlaksana kegiatan yang sudah dipersiapkan sejak lama. “Kami bekerja sama dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gereformeerd Semarang dan RSUD Tugurejo Semarang dalam pelaksanaan kegiatan ini. Untuk pasar murah kami berikan kupon sembako senilai Rp 30.000,- kepada masyarakat desa Toko dan sekitarnya. Kemudian, untuk khitan massal ini ada 20 peserta. 15 diantaranya dari warga sekitar dan 5 lainnya anggota gereja kami,” kata Budi Kristiyono.

 

 

Selain kegiatan aksi sosial ini, juga ditampilkan drama visualisasi Kelahiran Tuhan Yesus. Drama ini dimainkan oleh siswa-siswi SD Kristen Toko yang letaknya berdampingan dengan gereja tersebut. Dalam drama ini ditemukan nuansa kerukunan dalam keberagaman. Pasalnya, tidak semua pelajar di SD tersebut beragama nasrani. Mereka yang muslim pun ikut memainkan drama tersebut. Bahkan, terlihat antusias para orang tua murid yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Kristi Handayani Memberikan Sambutan Pada Acara Natal DI GKJ Desa Toko
Kristi Handayani Memberikan Sambutan Pada Acara Natal DI GKJ Desa Toko

Harmonisasi masyarakat yang disuguhkan desa Toko ini juga membuat Pdt Rahmat P. Rajagukguk, pendeta GKI Gereformeerd ini kagum. Ia menyatakan sukacitanya karena dapat mengajak warga jemaatnya ke desa Toko ini melihat langsung bagaimana contoh bertoleransi yang tinggi ada di desa tersebut. “Kami dari GKI Gereformeed senang sekali melihat semangat para warga GKJ Wolo pepanthan Toko untuk mengadakan perayaan Natal di sini. Senang juga karena bisa melihat keberagaman yang ada di sini. Semua bisa berkumpul jadi satu tanpa memandang apapun. Ini contoh bagaimana masyarakat pedesaan dapat mempertahankan persatuan dan kesatuan. Rasa kebhinekaan tertanam di sini. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin,” papar Rahmat, sapaan akrabnya.

 

kegiatan Khitan Gratis Dalam Rangka Perayaan Natal
kegiatan Khitan Gratis Dalam Rangka Perayaan Natal

 

Foto Bersama Panita Perayaan Natal Di Desa Wolo
Foto Bersama Panita Perayaan Natal Di Desa Wolo

Hal yang sama juga diungkapkan Kristi Handayani, kepala desa Toko dalam sambutannya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada GKJ Wolo pepanthan Toko ini yang sudah ikut memperhatikan warga kami di desa ini. Tadi saya ketemu sama warga. Dia bilang dapat kupon sembako murah. Saya sangat bersyukur sekali karena ini membantu warga kami,” kata Kristi. Di kesempatan itu juga Kristi didampingi panitia melihat langsung proses khitan massal, pengobatan gratis, donor darah dan pasar murah yang digelar di halaman belakang SD Kristen Toko. “Saya berharap jika nanti ada kesempatan lagi, mudah-mudahan bisa diadakan lebih besar lagi dengan cakupan tidak hanya masyarakat desa Toko saja tetapi bisa dirasakan juga oleh masyarakat desa sekitar kami,” pungkas Kristi yang diamini Budi Kristiyono.

 

Berita Populer:


Like dan Bagikan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan