oleh

Tawarkan Banaros, Dua Bersaudara Di Purwodadi ini Sukses Besar

Banaros, Pisang Goreng Krispi Modern Di Purwodadi

Hampir semua orang suka makan buah pisang. Apalagi jika dibuat olahan seperti pisang goreng, pisang sale, ceriping pisang, kolak pisang dan lain sebagainya. Dua bersaudara asal Nglejok, Purwodadi menawarkan makanan camilan berbahan dasar pisang kepok. Adalah Ovie dan Tika yang berani mewujudkan mimpi mereka berjualan pisang goreng krispi dengan aneka varian.

Pisang Goreng Krispi Banaros

Bertempat di depan kantor MUI Purwodadi, Ovie dan Tika membuka kedai pisang goreng krispi itu dengan nama Banaros. Modal awal dua saudara ini bersumber dari patungan. “Jadi kami punya tabungan dan kami jadikan satu untuk modal awal kami. Kenapa pemilihan kami pada pisang krispi ini? Alasannya, bahan bakunya yakni pisang lebih mudah didapatkan di Kabupaten Grobogan ini. Apalagi setahu saya, Grobogan juga dikenal sebagai penghasil pisang. Terutama pisang kepok,” kata Tika yang diamini Ovie.

Pisang Goreng Krispi Banaros Hadir Dengan Aneka Varian

Ide berawal dari sosial media Instagram yang memperlihatkan sebuah menu unik yakni pisang krispi aneka rasa. Keduanya lalu mencoba praktek dan dikoreksi rasa oleh rekan-rekan terdekatnya. Mendapat sambutan positif, mereka berniat menjual dengan brand tersendiri yakni Banaros. “Dari situ kami coba jualan lewat online dulu. Itu kami lakukan seminggu sebelum akhirnya buka lapak di sini. Ternyata pas jualan online sambutannya positif, akhirnya kami buka model gerobak di sini. Untuk varian yang paling disukai pelanggan lebih kepada rasa almond cheese dan greentea oreo yang bahan-bahannya kami stok setiap hari sehingga seperti fresh dari oven dalam penyajiannya,” kata Tika.

Pisang Goreng Krispi Banaros

Keduanya memilih berjualan di depan kantor MUI. Selain tempatnya dekat dengan Alun-alun Purwodadi, lokasinya pun strategis alias mudah dijangkau masyarakat dari Grobogan bagian utara, selatan, timur dan barat.

“Bahan baku utama pisang kepok. Dulu pernah pakai pisang jenis lain tapi pelanggan bilang terlalu manis. Akhirnya pakai pisang kepok,” kata Ovie yang selalu membuka lapaknya pukul 17.00 setiap harinya.

Dalam sehari, mereka dapat menjual antara 20 hingga 50 kotak. “Tergantung cuacanya. Kalau pas hujan ya sedikit tapi Alhamdulilah tetap kami syukuri itu,” katanya.

Usaha yang dilakoni sejak akhir Oktober ini mendapat reaksi positif dari para pelanggan. Khususnya mereka yang kerap repeat order. Seperti Mira, warga Wirosari yang kerap membelikan pisang krispi Banaros ini. Hampir tiap hari ia mampir ke Banaros untuk membelikan pesanan anak-anaknya. “Anak saya awalnya nggak suka makan. Nggak doyan makan. Begitu coba-coba beli pisang Banaros ini, terus dibawa pulang, anak-anak mau makan nasi, sayur, dan lauk lengkap. Tapi pas iseng nggak bawain, nafsu makannya menurun. Pernah saya belikan di Wirosari dengan rasa yang sama, mereka nggak mau. Padahal kan jauh ya dari Wirosari,” paparnya.

Pisang Goreng Krispi Banaros

Bisa dikatakan keduanya ini adalah enterpreneurship muda. Ovie dan Tika tidak pernah menyangka dapat menjalankan usaha ini sampai saat ini. “Mayoritas yang menyambut baik justru lebih banyak masyarakat luar Purwodadi. Kedepannya kami punya ekspektasi akan melebarkan sayap usaha kami ke beberapa kecamatan lainnya seperti contohnya tadi Wirosari atau ke Godong, Gubug dan sebagainya,” tutur Ovie. Dengan usahanya ini, keduanya bertekad meningkatkan kualitas pelayanan dan rasa untuk kepuasan para pelanggannya. “Kunci utama kami berjualan adalah doa,” pungkas Ovie yang diamini Tika.

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru