oleh

10 Tahun Berkarya Mempertahankan Eksistensi Musik Islami

Annawa, 10 Tahun Pertahankan Eksistensi Musik Islami

Tidak pernah terbayang di benak Nino ketika kelompok musiknya bertahan hingga 10 tahun ini. Berawal dari kesamaan hobi memainkan rebana. Seiring berjalannya waktu, permainan rebana itu dikomposisikan dengan alat musik modern seperti gitar elektrik dan keyboard. Nino yang akrab disapa Bang Nino ini memang suka musik. Di grup ini, ia memegang keyboard mengiringi para pelantun lagu qasidahan ini.

Annawa, 10 Tahun Pertahankan Eksistensi Musik Islami

“Ya, berawal dari kumpulan grup rebana, kemudian didirikan grup Annawa ini. Jumlah anggotanya sekarang sudah mencapai 13 orang,” kata Bang Nino yang ditemui di Pengkol.

Selama sepuluh tahun itu, Bang Nino dan kawan-kawannya mampu mempertahankan eksistensi Annawa di tengah persaingan orkes musik lainnya. Terlebih di Kabupaten Grobogan sendiri yang mayoritas masyarakatnya meminati orkes musik dangdut. “Alhamdulilah, mulai dari tahun 2000, kemudian tahun 2008 membentuk grup ini dan sampai saat ini bisa dipercaya masyarakat,” kata Bang Nino yang diamini kawan-kawannya.

Mayoritas anggota grup ini berasal dari desa Karangwader, kecamatan Penawangan. Berbagai kota telah dijelajahi grup ini untuk unjuk gigi. “Purwodadi, Semarang, dan Kudus paling banyak mengundang kami untuk acara-acara tertentu,” kata Bang Nino. Acara yang dimaksud yakni acara pernikahan, khitanan, atau acara-acara keagamaan Islami.

Annawa, 10 Tahun Pertahankan Eksistensi Musik Islami

Annawa, 10 Tahun Pertahankan Eksistensi Musik Islami

Meski sudah berjalan 10 tahun, tidak selamanya berjalan mulus. Nino menambahkan selalu ada halangan yang dihadapi bersama teman-temannya. Namun, musyawarah antaranggota menjadi solusi bagi mereka. “Pernah pas mau manggung, sudah latihan setiap hari, pas hari H ada yang mendadak sakit atau harus pergi keluar kota. Kami siasati itu dengan mengganti personel sementara atau dirangkap,” katanya.

Sementara itu, Sadeq, satu dari anggota Annawa ini menuturkan suka dukanya mengikuti grup musik kasidah ini. Menurutnya, lantunan lagu Islami dan sholawat terdengar lebih baik dibandingkan musik lainnya. “Pesannya langsung sampai ke hati para pendengarnya,” jelas Sadeq. Sadeq beranggapan masyarakat saat ini lebih banyak menyukai musik modern. Tetapi sedikit pesan yang disampaikannya. “Intinya mereka bisa langsung memahami betul apa yang diperintahkan dalam agama. Saya sendiri sebagai personel juga menyerapi betul isi bait per bait yang dinyanyikan para penyanyi qosidah. “Yang jelas disamping kami menghibur, kami juga mengajak masyarakat untuk tetap ingat perbuatan kita selama di dunia ini,” pungkasnya.

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Gambar Gravatar
Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani untuk bersuara

Komentar

Post Terbaru