oleh

Jelang Imlek Warga Purwodadi Lakukan Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng

-SOSIAL-535 views

Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng Jelang Imlek Selalu Rutin Dilakukan

Menjelang peringatan tahun baru Cina atau yang sering kita kenal dengan sebutan Imlek, banyak sekali hal yang dipersiapkan umat. Seperti yang dilakukan di Klentheng Hok An Bio, yang terletak di jalan Suhada, Purwodadi ini. Di klenteng tersebut, para pengurus Yayasan Tri Dharma Purwodadi mengadakan acara pembersihan patung dan seluruh sudut bangunan klenteng. Tradisi ini selalu dilakukan menjelang peringatan Imlek.

Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng Jelang Imlek

Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng Jelang Imlek

Sepekan sebelum peringatan tersebut, patung para dewa yang diletakkan di altar dicuci hingga bersih. Menurut ceritanya, untuk mencuci patung ini tidak asal dicuci langsung. Ada beberapa proses yang harus dilalui. “Konon pada tanggal tertentu sebelum Imlek, para dewa yang mendiami patung tersebut pergi ke kayangan untuk melaporkan apa saja yang dilihatnya di bumi. Karena dipercaya telah pergi, patung ini dibersihkan sampai menjelang datang kembali ke sini. Biasanya sebelum Imlek mereka sudah berdiam kembali di patung-patung tersebut,” kata Budi Wiguna, wakil ketua yayasan Tri Dharma ini.

Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng Jelang Imlek

Selalu Dikunjungi Umat Dari Luar Kota

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Imlek yang dilaksanakan di klenteng ini. Hadir dalam acara “penjamasan” patung ini yakni dr. Djoko Susilo, ketua yayasan Tri Dharma. Ia berkesempatan mencuci dan membersihkan salah satu patung meskipun hanya sebentar. Mewakili dr. Djoko, Budi Wiguna menambahkan perayaan imlek tahun ini ada banyak harapan besar. Salah satunya adalah terciptanya visi dan misi yakni mewujudkan rasa cinta kasih terhadap sesama.

Tradisi Cuci Patung Dan Bersihkan Klenteng Jelang Imlek

“Kami rayakan dengan sederhana. Nanti setelah Imlek, kami rayakan Cap Gomeh. Di perayaan cap gomeh akan ada atraksi barongsai dan liong juga makan bersama dengan menu lontong cap gomeh,” tambahnya.

Meski berada di kota kabupaten, klenteng Hok An Bio ini dapat menyita perhatian umat dari luar kota. Mereka datang ke klenteng itu untuk bersembahyang. “Mereka yang dari luar kota ini biasanya lewat Purwodadi. Mereka datang untuk sembahyang,” paparnya.

Yayasan Tri Dharma sendiri merupakan yayasan yang menaungi klenteng pertama di Purwodadi. Belum lama, tongkat kepengurusan yayasan ini ada pada tangan dr. Djoko Susilo, yang juga dokter ternama di kota swikee ini. ( Hana )

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru