oleh

Mie Tek Tek Lik Tamin, Terkenal Hampir 40 Tahun

-KULINER-2.245 views

Mie Tek Tek Lik Tamin Godong, Tetap Eksis Selama Hampir 40 Tahun

Kecamatan Godong terkenal dengan berbagai makanan khasnya. Di antaranya mie tek-tek. Di malam hari, hampir semua sudut di kecamatan ini terdapat pedagang mie tek-tek. Terutama di wilayah desa Ketitang. Tamin merupakan pedagang mie tek-tek dari sekian pelaku usaha kuliner jenis ini. Sudah hampir 40 tahun, lelaki paruh baya ini menjajakan dagangannya di emperan pasar desa Ketitang.

“Sudah hampir 40 tahun saya jualan mie tek-tek ini. Dari mulai bawa gerobak keliling desa sampai akhirnya menetap di sini,” katanya.

Bahan baku setiap pedagang mie tek-tek ini umumnya sama. Namun, racikan Lik Tamin, sapaan akrabnya, lebih disuka pelanggannya. Bahan utama seperti bawang merah dan bawang putih merupakan bumbu inti ditambah rempah dan kuah kaldu ayam merah yang gurih. Ada dua pilihan menu yang dapat kita pesan di warung kecil ini. Mie goreng dan mie rebus. Dengan paduan sate ayam yang telah dibakar di atas tungku, mie tek-tek pun siap kita santap.

Mie Tek Tek Lik Tamin, Terkenal Hampir 40 Tahun

“Dari dulu sampai sekarang saya tetap mengutamakan tungku arang untuk memasak mie tek-tek. Kalau sudah pakai kompor, rasanya berbeda,” tambah Tamin.

Harga seporsi mie tek-tek dengan lima tusuk sate ayam  pun masih aman di kantong kita yakni Rp 10 ribu. Tidak perlu kesulitan untuk mencari lokasi Lik Tamin ini. Jika Anda dari arah barat atau timur, ketika Anda menemukan pertigaan Ketitang, di situlah warung Lik Tamin berada. Tepat di deretan counter HP dan warung kelontong.

Pelanggan Tetap Mie Tek Tek Lik Tamin Godong

Dikatakan Tamin, pelanggannya pun berdatangan dari berbagai wilayah. Baik dari warga sekitar Godong hingga luar kota. “Paling ramai saat libur panjang. Mereka yang dari luar kota mudik ke Godong pasti mampir ke sini,” kata Tamin.

Rossy, warga Semarang, merupakan pelanggan tetap Tamin. Ia merasa kangen mie tek-tek racikan Tamin ini. Menurutnya, hal yang paling dirindukannya yaitu segarnya kuah kaldu dalam seporsi mie rebus. “Rasanya itu bikin kangen. Kalau di Semarang adanya mie jawa bukan mie tek-tek. Mie jawa dan mie tek-tek itu beda. Tetap enak mie tek-tek khas Godong ini,” kata Rossy yang dulunya sempat tinggal di Godong.

Jika Anda tertarik untuk mencobanya, datanglah ke mie tek-tek racikan Lik Tamin ini. Tepat pukul 19.00, Lik Tamin sudah membuka dagangannya di sana. Dua buah meja panjang dan beberapa kursi plastik disediakan untuk pelanggan yang akan makan di tempat. Meski Lik Tamin hanya menjual mie tek-tek saja, Anda tak perlu khawatir mencari minumannya. Ada warung kecil di sebelahnya yang menyiapkan minuman baik hangat maupun dingin untuk Anda. Anda juga wajib bersabar jika harus mengantri karena pelanggan Tamin memang banyak setiap malamnya. (Hana)

Berita Populer:

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru