oleh

Tanpa Peringatan, Warga Temon Basah Kuyup Akibat Banjir

-PERISTIWA-381 views

Air Banjir Bangunkan Tidur Warga Ngrigo -Temon

Dini hari tadi, suasana tidur para warga dusun Ngrigo, desa Temon, Brati – Grobogan terganggu sekitar pukul 01.00, Selasa (27/2). Tidak disangka, hujan yang turun sepanjang Senin (26/2) sore kemarin juga menyebabkan ambrolnya tanggul irigasi di areal persawahan tersebut. Puncaknya, air merendam sekitar 50 rumah dari tiga RW di dusun tersebut. Suberi, warga setempat mengatakan pada saat kejadian dirinya sedang tidur di lantai beralaskan tikar. Tiba-tiba tikarnya basah kuyup. “Banyak tetangga yang seperti saya ini. Tidur di lantai pakai tikar dan tadi air masuk ke rumah kami,” kata Suberi saat ditemui wartawan.

Tanpa Peringatan, Warga Temon Basah Kuyup Akibat Banjir

Menurutnya, banjir ini baru kali pertama di pemukiman tempat tinggalnya. Meskipun demikian, ia dan keluarganya langsung mengungsikan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

“Di sawah juga terendam banjir,” katanya sambil menunjuk areal persawahan yang letaknya sekitar 50 meter dari rumahnya.

Diguyur Hujan 5 Jam Nonstop, Purwodadi Banjir

Selain Suberi, ada beberapa warga yang mengeluhkan banjir di desanya. Seperti Hidayat, warga yang rumahnya dekat dengan sungai Bonggo. “Kalau yang di sini air tiba-tiba datang jam 12 malam. Seisi rumah langsung bangun dan mengungsikan barang-barang. Kalau tidak segera diangkat, bisa basah semuanya,” kata Hidayat.

Dikatakan Hidayat, banjir yang melanda desa Temon ini merupakan kali kedua. “Dua minggu yang lalu juga seperti ini saat hujan deras. Ya sampai sekarang sudah mulai surut sedikit demi sedikit,” katanya.

Baik Hidayat maupun Suberi mengakui belum adanya pihak berwenang untuk menanggulangi banjir di desanya. Saat ini yang dilakukan warga hanya menunggu surutnya air sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya.

Tanpa Peringatan, Warga Temon Basah Kuyup Akibat Banjir

Terlihat dari pantauan di lapangan, anak-anak berenang di areal banjir. Bahkan,  ada beberapa warga membuat jaring untuk menangkap ikan. Namun, adanya banjir ini juga menghambat akses warga yang akan masuk atau keluar dari desa Temon. “Kami harus memutar. Walaupun lama tapi ya gimana lagi karena banjir ini,” keluh Sutini. (Hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru