oleh

Eksistensi Warung Kopi Di Kabupaten Grobogan

-KULINER-769 views

Eksotika Warung Kopi Di Kabupaten Grobogan

Kopi merupakan minuman khas yang dicintai masyarakat Indonesia. Bahkan, kopi sudah menjadi tradisi di tiap kampung untuk jamuan. Dulu, kopi hanya menjadi konstektual saja. Yakni sebagai pencegah kantuk atau sajian wajib di malam hari bagi kaum tua-tua. Namun, saat ini masyarakat telah membuktikan peminatannya dengan mengonsumsi kopi. Tidak peduli waktu mereka minum kopi.

Di Kabupaten Grobogan,  jumlah warung kopi kian meningkat. Baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Terutama di wilayah jalur Purwodadi-Blora. Di sepanjang jalur ini kita bisa menemukan banyak warung kopi di pinggir jalan. Sebut saja Warung Kopi mbah Dongkol, yang ada di desa Rejosari, kecamatan Grobogan. Warung kopi ini sudah ada sejak 50 tahun lebih dan memiliki banyak pelanggan tetap. Hadirnya warkop tersebut diikuti masyarakat sekitar. Mereka beramai-ramai membuka warkop di sepanjang jalur tersebut. Dan masing-masing sudah mempunyai pelanggan tetap. Di kawasan inilah bisa disebut sebagai sentra warung kopi.

Eksotika Warung Kopi Di Kabupaten Grobogan

Tidak hanya di desa Rejosari saja. Para pelaku usaha warung kopi juga menjamur hingga ke Mayahan. Warung kopi Eyang Kakung milik Soemarmo (58) berdiri di jalan raya Purwodadi-Blora Km 6. Di warung kopi ini, Soemarmo menyediakan kopi sehat. Kopi sehat yang dimaksud sama dengan sebutan kopi klothok. “Saya jual yang paling utama adalah kopi klothok. Ini kopi yang sehat karena kopi dan gula diseduh langsung di atas kompor sebelum diminum kemudian disajikan ke dalam cangkir,” ungkap Soemarmo yang baru menjalankan usaha selama setahun ini.

Menurut Soemarmo, kopi klothok ini merupakan kopi yang paling diminati pelanggannya. Harganya pun sangat murah yakni Rp 2.500 per gelasnya. “Dulu saya ini penikmat kopi. Saya juga sering ke warung kopi Mbah Dongkol. Dulu minum kopi di sana Rp 400 per gelasnya. Kalau dulu saya nongkrong di sana. Sekarang saya malah ditongkrongi pencinta kopi. Dan mereka lebih suka kopi klothok di samping kopi pabrikan lain yang saya jual di sini,” ungkap Soemarmo.

 

Eksotika Warung Kopi Di Kabupaten Grobogan

Dalam sehari, Soemarmo membuka warkopnya dua kali. Pukul 08.00-17.00 dilanjutkan pukul 19.00-01.00. “Untuk kopi klothok tiap harinya terjual sampai 50 gelas. Itu belum yang lainnya,” kata Soemarmo.

Tidak hanya Soemarmo saja. Desem, warga Kalongan Purwodadi juga terinspirasi dengan adanya warung kopi di sepanjang jalur Purwodadi-Blora. Di kampung Ganesha II, Desem mendirikan warung kopi dalam bentuk angkringan. Seperti angkringan lainnya, Desem menyediakan gorengan, sate dan nasi bungkus serta camilan lainnya. Sebelum didirikan di lokasi itu, ia pernah menggelar dagangannya di sebelah pos polisi Simpang Lima. Setelah patuh terhadap aturan yang melarang adanya PKL di zona merah, Desem memindahkan lapaknya ke kampung tersebut. “Setelah pindah ke sini, lebih banyak yang pesan kopi hitam dan kopi lainnya dalam bentuk hangat ataupun dingin. Mungkin karena suasananya benar-benar di kampung. Bisa dibuat jagong santai,” kata Desem yang sehari bisa menjual antara 20-30 gelas kopi hitam.

Lokasi Di Google Map

Eksotika warung kopi juga dibuat dengan model kafe atau kedai untuk kalangan menengah ke atas. Di kedai kopi Dewata misalnya, penyajian kopi hitam dengan metode a la kopi klothok disajikan untuk memuaskan hasrat pecinta kopi. “Saya membuat kedai kopi dengan konsep kafe terinspirasi dengan warung-warung kopi. Di sini selain ngopi, bisa nongkrong bareng sama teman-teman,” tutur Wanda, pemilik Kedai Kopi Dewata yang berlokasi di belakang Bank Mandiri Purwodadi ini.

Menjamurnya warung-warung kopi di Kabupaten Grobogan ini tidak lepas dari adanya kemajuan teknologi. Jika dulu warung kopi cuma buat nongkrong masyarakat sekitar dan ngobrol santai kesana kemari, kini pengusaha warkop lebih banyak mengembangkan usahanya dengan melengkapi area WIFI gratis. Hal itu diakui langsung oleh ketiganya. “Di sini banyak anak muda nongkrong. Selain ngopi, mereka bisa main game sepuasnya dengan wifi yang kami sediakan di sini,” kata Soemarmo yang juga hampir sama dengan ungkapan Desem dan Wanda. (Hana)

Komentar

Berita Terbaru