oleh

Pakai Lahan Trotoar, PKL Banyono Digusur SATPOL PP

-HUKUM-455 views

SATPOL PP Kota Purwodadi Akhirnya Meng-SP2 Semua PKL Banyuono

Rupanya peringatan Satpol PP kepada para PKL di sepanjang jalan Banyuono ex Pasar Pagi tidak diindahkan segera. Hal itu membuat Kabid Penindakan Satpol PP Grobogan, Any Erawati beserta para petugasnya turun ke jalan memberi surat peringatan kedua untuk para PKL dan juga warga yang tidak tertib dalam mendirikan bangunan, Senin (26/03/2018) pagi.

PKL Banyono Digusur SATPOL PP

“Hari ini kami mengadakan penertiban kepada para pedagang yang melanggar peraturan. Kita adakan eksekusi kepada pedagang-pedagang yang melanggar Perda UU Nomor 15 tahun 2014,” kata Any.

Dikatakan Any, pada saat pihak Satpol PP yang menggandeng petugas TNI dari Kodim 0717/Purwodadi dan Sabhara Polres Grobogan ini, para pedagang lari tunggang langgang sambil menyelamatkan barang dagangan mereka. “Kita sering kucing-kucingan dengan mereka. Begitu mereka tahu kita datang, mereka lari. Tetapi ketika kami pergi, mereka kembali lagi berjualan di sini,” papar Any.

Kawasan jalan Banyuono ini memang merupakan zona merah yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Grobogan. Larangan berdagang berdasarkan UU Nomor 15 tahun 2014 ini sudah terpasang jelas di sudut jalan. Namun, peraturan tersebut tidak dicermati oleh para pedagang.

PKL Banyono Digusur SATPOL PP

“Sudah dijelaskan tidak boleh berdagang di sini. Ini ‘kan sebenarnya sudah zona merah. Papan peraturan sudah dipasang di sini. Para pedagang harus pindah ke Pasar Pagi yang ada di Jalan Gajahmada,” kata Any.

Diungkapkan Any, kegiatan operasi ini akan dilakukan terus menerus. Sebelum pembersihan di wilayah Banyuono ini, pihaknya sudah membersihkan kawasan Jetis. Jika pedagang masih nekat menjual dagangannya di kawasan tersebut akan dikenakan sanksi.

Selain para pedagang, Satpol PP juga memperingatkan kepada pemilik rumah yang membangun jalan masuk hingga ke trotoar. Bahkan, garasi mobil dibuat di atas trotoar. “Bapaknya sedang keluar. Nanti saya akan sampaika ke panjenengan kalau sudah datang. Nanti lihat siapa yang benar, ” ungkap istri pemilik rumah di pertigaan Banyuono yang membangun garasi di atas trotoar milik Pemkab.

Sementara ini, operasi yang dilakukan pihak Satpol PP masih bersifat nonyustisi. “Kemarin memang kita belum sampai ke yustisi. Selama ini kita masih nonyustisial. Nah karena sudah beberapa kali diperingatkan, jika nanti ada yang melanggar lagi akan kita ajukan ke ranah pengadilan biar ada efek jera. Kalau tidak akan ada sanksi denda Rp 15 juta dan kurungan penjara 3 tahun atas dasar Pasal 24 tentang Ketertiban Umum,” pungkasnya.

Komentar

Post Terbaru