oleh

Karya Bhakti Kodim 0717/Purwodadi

Karya Bhakti Kodim 0717/Purwodadi Bantu Petani Desa Tarub

Bentuk kesetiaan kepada negara tidak hanya dalam menjaga keamanan negara. Hal itu dibuktikan prajurit TNI Kodim 0717/Purwodadi dalam bentuk Karya Bhakti. Belum lama ini, para prajurit ikut terlibat dalam pembuatan jembatan darurat untuk memperlancar akses pertanian warga dusun Mbeji, desa Tarub, kecamatan Tawangharjo.

Bersama masyarakat setempat, para prajurit membenahi jembatan darurat tersebut dengan menggunakan kayu bambu. Perbaikan jembatan darurat ini dilakukan setelah Sertu Sugeng, anggota Babinsa Koramil 08/Tawangharjo yang terketuk hatinya melihat seorang nenek menyeberang dengan berjalan di atas jembatan yang tidak layak itu.
”Saya pernah melihat seorang nenek yang akan pergi ke sawah. Dia melintasi jembatan yang nyaris roboh dan sudah tidak layak lagi. Saya pun terketuk untuk memprakarsai pembuatan jembatan dengan dana seadanya,” kata Sertu Sugeng.

Karya Bhakti Kodim 0717/Purwodadi

Sebelum diperbaiki, masyarakat sekitar yang akan bercocok tanam di sawah setempat harus memutar sejauh 1,5 km agar dapat masuk ke areal persawahan di sisi barat perkampungan. “Sebenarnya dulu ada jembatan penghubung. Tapi sekarang jembatannya sudah tidak layak. Hasil swadaya masyarakat desa kami, tapi sekarang tinggal tiangnya saja,” kata Min, warga setempat.

Jika musim hujan, warga dusun Mbeji ini mengaku kesusahan saat hendak mengecek sawahnya. Hal tersebut dikarenakan di tengah sawah terdapat sungai selebar 8 meter yang airnya selalu deras membuat warga memilih berputar dibandingkan harus menyeberang sungai tanpa jembatan tersebut.

Desa Mbeji ini memiliki areal persawahan seluas 10 hektare dan menghasilkan sekitar 50-60 ton padi. Selain areal persawahan padi, di sekitarnya juga terdapat kebun blimbing yang kini dikenal sebagai Agrowisata Blimbing Tarub.
Senin (9/4/2018), jembatan darurat yang dibangun masyarakat Mbeji dan prajurit TNI pun telah selesai pembuatannya. Akses menuju areal persawahanpun sudah tersambung dan lebih memudahkan warga dalam beraktivitas di sawah masing-masing.

Kapten Arh Slamet, Danramil 08/Tawangharjo sebagai pemimpin pembangunan jembatan darurat ini mengatakan, karya bhakti yang dilakukan prajurit TNI ini merupakan tugas dan tanggung jawab aparat teritorial di wilayah binaannya. ”Karya Bhakti ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab aparat teritorial dalam melakukan pembinaan di wilayah Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dan dapat terwujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” katanya.

Masyarakat dusun Mbeji pun berterima kasih atas bantuan kerjasamanya dalam membangun jembatan darurat ini. Meski demikian, masyarakat setempat masih terus berharap kepada pihak terkait agar diberikan jembatan yang lebih permanen lagi sehingga dapat memperlancar akses pekerjaan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru