oleh

Lagi ! Pelaku Illegal Logging Ditahan Polisi

Dengan Modus Nota Angkutan Palsu, Pelaku Illegal Logging Ditahan Polisi

Setelah beberapa waktu terakhir banyak ditangkap pelaku tindak pidana illegal logging di wilayah Kabupaten Grobogan, rupanya itu belum membuat jera Parmo (49) dan Rohman (31). Keduanya ditangkap aparat gabungan Polsek Geyer dan polisi hutan KPH Perhutani Gundih di desa Kalangbancar, kecamatan Geyer. Keduanya terindikasi menjadi tersangka penebangan kayu secara illegal di areal hutan milik KPH Perhutani Gundih.

Parmo, warga desa Jumbeng, kecamatan Juwangi kabupaten Boyolali bersama rekannya Rohmad, penduduk desa Ketro Karangrayung kedapatan membawa 61 batang kayu illegal di atas truk bernopol H 1547 TA yang berhenti di jalur Kedungombo – Geyer itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini ditahan di Polres Grobogan. Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq dalam keterangan pers mengatakan kedua pelaku diamankan tepat di jalur simpang tiga Kedungombo-Sragen. “Kedua pelaku diamankan saat berada di pertigaan jalan arah Grobogan dan Sragen, tepatnya di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, Rabu (18/4/2018) kemarin sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Jumat (20/4/2018) siang.

Pelaku Illegal Logging Ditahan Polisi

Ditambahkan Choiron, kronologi bermula ketika anggota Perhutani KPH Purwodadi melakukan patroli rutin wilayah di area tersebut. Sesampainya di pertigaan tersebut, dua orang anggota ini melihat gelagat mencurigakan dari truk yang melorot ke bawah hingga tertahan di sebuah pohon besar. “Kondisi jalan tersebut agak menanjak, truk tersebut melorot hingga tersandar di pohon berukuran besar karena kelebihan muatan,” kata Choiron.

Kecurigaan tersebut membuat keduanya mendekati serta melakukan pengecekan terhadap truk tersebut. Dalam pemeriksaan ditemukan puluhan batang kayu sonokeling dalam bentuk balok dan gelonggongan.

Dihadapan keduanya, para tersangka mengatakan bahwa kayu yang mereka bawa memiliki kelengkapan surat yakni nota angkutan hasil budidaya hutan yang berasal dari hutan hak. Tentu saja keterangan tersebut tidak dapat dipercaya begitu saja. Kedua petugas KPH tadi langsung menghubungi Polsek Geyer untuk melakukan pengamanan terhadap keduanya beserta barang bukti yaitu truk dan 61 kayu sonokeling ini. Dilanjutkan dengan penelusuran lokasi yang tertera dalam dokumen yang ditunjukkan para tersangka. Di lokasi yang dimaksud, tidak ditemukan adanya bekas penebangan kayu sonokeling.

“Saat diperiksa di lokasi ternyata tidak ada bekas tebangan kayu sonokeling. Akhirnya, keduanya kita amankan berikut barang bukti truk berisi kayu itu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Choiron.

Hasil pemeriksaan disimpulkan, sejumlah 61 batang kayu sonokeling dengan berbagai ukuran langsung diamankan petugas. “Kayu tersebut ada yang sudah dipotong dalam bentuk balok dan ada yang masih bewujud gelondongan. Dengan volume kayu sebanyak 3,7944 m³,” tambah pria yang baru saja dilantik menjadi Kapolres, Maret lalu.

Adanya illegal logging ini, pihak Perhutani mengalami kerugian yang ditaksir Rp 16 juta. Sementara Kedua tersangka itu akan dijerat dengan pasal 83 ayat (1), huruf b, UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. “Ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun,” pungkas Choiron.

Komentar

Post Terbaru