oleh

Peninjauan Penutupan Perlintasan KA Sebidang

Tim Gabungan Tinjau Penutupan Perlintasan KA Sebidang

Tim gabungan yang terdiri dari Ditjen Perkeretaapian, Daop IV/Semarang, Dinas Perhubungan Provinsi Jateng dan Kabupaten Grobogan serta Anggota Komisi C DPRD Grobogan juga Polres Grobogan mengadakan peninjauan atas penutupan perlintasan sebidang di sepanjang perlintasan dari stasiun Tegowanu hingga stasiun Sulursari Gabus. Peninjauan tersebut dilaksanakan Kamis (12/4/2018), tim ini melakukan verifikasi data final terkait jumlah perlintasan sebidang yang akan ditutup dan tidak dapat diakses masyarakat setempat lagi.

Ka Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Agung Sutanto menjelaskan, beberapa perlintasan sebidang telah dilakukan penutupan atas usulan kepala desa melalui instansi yang dipimpinnya itu. Berdasarkan validasi data oleh tim disimpulkan 57 perlintasan sebidang ditutup total, 73 titik perlintasan tetap dibuka melalui palang swadaya masyarakat dan 13 lainnya dilengkapi palang dari KAI langsung.

Penutupan Perlintasan KA Sebidang

”Dari hasil verifikasi maupun validasi data, penutupan perlintasan sebidang sudah sesuai dengan usulan. Semua murni usulan dari kepala desa yang wilayahnya dilintasi perlintasan kereta api. Total keseluruhan ada 143 titik yang dijadikan perlintasan di Kabupaten Grobogan,” kata Agung Sutanto.

Ditambahkan Agung, 57 perlintasan sebidang sudah ditutup, namun diantaranya ada satu yang masih dalam tahap pembahasan ulang. Yakni perlintasan sebidang Sambung kecamatan Godong.

Menurutnya, dari 57 perlintasan sebidang yang telah ditutup, ada satu perlintasan yang masih dilakukan pembahasan ulang. Perlintasan tersebut berada di Desa Sambung, Kecamatan Godong. Hal ini dikarenakan masyarakat desa Sambung melakukan komplain terkait penutupan perlintasan sebidang ini.

Meski demikian, kades Sambung tetap meminta waktu untuk kembali merapatkan rencana penutupan perlintasan sebidang di daerah mereka.

”Kades Sambung tadi minta waktu untuk dirapatkan lagi dengan warganya. Mereka sudang menyiapkan palang pintu swadaya. Tapi, tenaga penjaganya. belum disediakan.

“Yang memanfaatkan perlintasan tersebut tidak hanya warga Desa Sambung saja. Untuk membukakan perlintasan palang pintu itu kami diminta membuat surat pernyataan dan menyiapkan palang pintu serta penjagaan minimal satu kali dalam 24 jam,” ujar Agung.

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru