oleh

Asyiknya Ngabuburit di Taman Bendung Klambu

-WISATA-832 views

Taman Bendung Klambu, Jadi Rujukan Ngabuburit Warga Sekitar

 Beberapa waktu lalu, Bendung Klambu hanya sebatas sebuah bendungan yang berisi air untuk saluran irigasi dan penyaluran listrik melalui PLTA Klambu. Kini, Bendung Klambu mempunyai daya tarik baru. Tujuannya tidak lain untuk memberikan wahana rekreasi murah bagi masyarakat, yakni adanya Taman Bendung Klambu. Proyek revitalisasi pengerjaan Taman Bendung Klambu ini belum seratus persen selesai. Meski begitu, taman ini menjadi rujukan terbaru bagi warga Grobogan, khususnya masyarakat sekitar Bendung Klambu, menjadi tempat ngabuburit yang asyik. Seperti yang dilakukan Kristina, warga Godong, yang mengajak anak-anaknya berswafoto di areal Taman Bendung Klambu ini.

“Perbedaannya jauh sekali. Waktu kecil, daerah ini biasa saja. Setelah saya menikah dan punya anak, saya melihat perkembangan Bendung Klambu ini sudah jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Apalagi sudah ada Taman Bendung Klambu ini. Cocok sekali untuk wisata edukasi bagi anak-anak saya,” katanya.

Lain halnya dengan Adel, pelajar SMA yang sering memanfaatkan waktunya bersama teman-temannya nongkrong di taman ini. Mereka mempergunakan momen waktu sore hari saat matahari akan terbenam.

“Ternyata di sini, kita juga bisa lihat matahari terbenam. Tidak kalah indah dari tempat lainnya. Cocoklah buat kami nongkrong bareng,” kata Adel.

Pembangunan Taman Bendung Klambu ini sesuai dengan amanat dari Kementerian PUPR yakni adanya ruang terbuka hijau (green park) sebagai kelengkapan dalam pembangunan waduk dan bendungan. Dengan adanya ruang terbuka hijau ini bisa menjadi ruang publik yang positif bagi masyarakat.Hal itu diungkapkan langsung Rubhan Ruzziyanto, kepala BBWS Pemali Juwana.

“Pembangunan Taman Bendung Klambu ini sesuai dengan amanat dari kementerian pusat PUPR agar didesain dengan memberi unsur ruang terbuka hijau. Di Indonesia sudah banyak contohnya, seperti di Waduk Pluit Jakarta Utara. Perbedaannya jauh lebih bagus karena dilengkapi dengan taman-tamannya. Hal ini dilakukan agar proyek infrastruktur itu tidak kaku dan tidak ala kadarnya. Jadi ke depannya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat publik,” katanya.

Sementara itu, PPK Irigasi Rawa Dua Bendungan Klambu, Devi S. Maulana mengatakan, proyek revitalisasi Bendung Klambu ini ditarget dapat selesai tahun ini. Meski ditargetkan rampung akhir tahun ini, pihaknya tetap membuat pagar pembatas agar masyarakat tidak masuk ke areal proyek yang belum jadi.

“Saya melihat banyak masyarakat yang datang ke taman ini. Apalagi pembangunannya tinggal pada tahap pemolesan saja. Tentu saja, ini sangat menarik minat warga untuk datang ke taman tersebut. Namun, kami membuat pagar pembatas agar masyarakat tidak masuk ke dalam area proyek yang belum selesai pengerjaannya,” jelas Devi S. Maulana.

Meski sudah banyak masyarakat yang datang untuk berekreasi ke taman ini, secara pasti apakah Taman Bendung Klambu akan menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Grobogan atau tidak, Devi tidak mengetahuinya. Pihaknya sebagai pembuat konsep fisik taman akan menyerahkan kepada instansi terkait jika pekerjaan proyek tersebut selesai. “Setelah proyek ini selesai, nanti kami serahkan ke instansi terkait. Tanggung jawab ke depannya ke instansi yang bersangkutan untuk pengelolaannya. Entah itu mau dibuat destinasi wisata baru atau mau dibuat seperti apa. Kami hanya membuatkan konsep fisik taman dan mengerjakan proyeknya sesuai amanat Kementerian PUPR pusat,” ungkapnya. (Hana)

Berita Populer:

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru