oleh

Laptop SMPN 1 Brati Disatroni Maling

-HUKUM-780 views

SMPN 1 Brati Disatroni 5 Maling, 4 Unit Laptop Hilang

Kasus pencurian terjadi di sebuah sekolah di kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Senin (30/4/2018) dini hari, 5 orang tidak dikenal menyatroni SMPN 1 Brati yang berlokasi di jalan Purwodadi-Kudus, desa Kronggen, Brati. Kedatangan kawanan pencuri ini mengagetkan Warsimin (51) penjaga sekolah tersebut.

Pasalnya, satu dari lima maling tersebut mengancam Warsimin dengan sebilah sabit. Pelaku kemudian meminta Warsimin agar tidak bergerak. Ditemani seorang pelaku, Warsimin diminta duduk di ruang lobi bersamanya.

Di hadapan petugas Reskrim Polsek Brati, Warsimin menjelaskan ia sempat melihat empat orang pelaku lainnya langsung menuju ke arah lapangan. Dua di antaranya masuk ke ruang Tata Usaha (TU) dan dua lainnya menuju lantai 2.

Tidak lama kemudian, keempat pelaku berjalan menuju ke arah kantin sambil membawa barang-barang. “Saya tidak tahu barang apa yang dibawa mereka karena saya lihat barang-barang tersebut dibawa sudah tertutup kain taplak meja,” terang Warsimin.

Ditambahkan Warsimin, pelaku masuk dengan cara melompat pagar, kemudian mengancamnya dan merusak gembok kunci ruangan dengan sabit tersebut. Usai mendapatkan hasil, para pelaku langsung keluar dari SMPN 1 Brati.

Merasa sudah aman, Warsimin pun berlari menuju Polsek Brati yang jaraknya tidak jauh dari TKP. Di sana, Warsimin melaporkan kejadian baru saja menimpanya.

Laporan diterima Polsek Brati pukul 05.00. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek AKP Sugiyanto bersama anggota Reskrim Polsek Brati menuju TKP. Disusul dengan tim inavis dari Polres Grobogan.

“Sekira pukul 05.00 kami mendapat laporan dari saksi yakni Warsimin, 51 tahun, sebagai penjaga sekolah di SMPN 1 Brati. Dalam laporannya, terdapat lima orang kawanan pencuri di sekolah tersebut dengan melompat pagar, merusak pintu ruangan serta mengancam saksi dengan sebilah sabit. Dalam olah TKP ditemukan sebuah batu kapur berbentuk lonjong dengan berat 1 kilogram.

Sementara barang-barang yang dilaporkan yakni laptop 4 unit, LCD rusak 2 unit, LCD Proyektor 2 unit, orgen merk Yamaha 2 unit, komputer 2 unit, server SMPN 1 Brati 1 unit, server pinjam 1 unit, uang tunai senilai Rp 400.000 serta layar monitor 2 unit. Dengan total kerugian Rp 72.800.000,” kata AKP Sugiyanto saat dikonfirmasi wartawan. Saat ini para tersangka masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran tim reskrim Polsek Brati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru