oleh

Mau Kondangan, Motor Dirampas di Tengah Jalan

GUBUG. Grobogannews.com – Tidak pernah terlintas di bayangan Ahmad Mustofa (36) jika kepergiannya untuk kondangan ke pernikahan kawan karibnya, Minggu (13/5/2018) gagal dilakukannya. Warga Pondok Majapahit II Blok G/6 RT 09/07 Kec. Mranggen Kabupaten  Demak ini, harus menerima pukulan dari dua pelaku perampasan sepeda motor di desa Mlilir, kecamatan Gubug. Shokibul Amin (19) warga Kebonagung, kabupaten Demak, satu dari pelaku yang berhasil diamankan warga usai kejadian. Sedangkan Suryo, pelaku lain kini dalam pengejaran kepolisian.

Kejadian bermula saat Ahmad bersama adiknya Siska Junaniani (19), akan menghadiri pernikahan sahabatnya di desa Papanrejo, kecamatan Gubug. Sekitar pukul 18.30, ia berangkat dari desa Manggarwetan menuju desa Mlilir yang sudah masuk wilayah kecamatan Gubug. Menurut penuturannya, saat melewati jalur tersebut kondisi jalan sepi. Tiba-tiba ia berpapasan dengan kedua pelaku. “Mereka langsung putar balik lalu menghadang saya, dia bilang ‘kowe mau misuhi aku ya,’ saya jawab tidak. Tetapi dia tidak percaya. Malah, pelaku memukul bagian depan motor dan merebut kunci kontak saya,” ujar Ahmad, saat menerangkan kronologi kejadian di hadapan petugas Polsek Gubug.

Sesaat terjadi cekcok antara korban dan dua pelaku. Ahmad sempat merebut kunci kontak yang sudah dibawa pelaku. Diduga emosi, Suryo mengambil palu yang ada di jok motornya dan memukul di bagian lengan dan bahu korban. Sedangkan, Shokibul memukul korban dengan tangan kosong.

Mengetahui ada peluang untuk lari, adik korban langsung menuju ke pemukiman warga untuk minta tolong. Di tengah jalan, ia bertemu Warno, saksi kedua. Keduanya langsung menuju ke TKP dan berhasil mengamankan tersangka Shokibul. Sedangkan tersangka Suryo hingga kini masih buron.

Tersangka kemudian dibawa ke rumah Warno untuk diminta keterangannya. Di hadapan warga, Shokibul mengatakan tujuan dari pemukulan terhadap korban yakni merampas sepeda motor korban untuk dimiliki sendiri. “Saya ingin punya motor sendiri,” aku Shokibul Amin.

Warno dan korban langsung melaporkan kasus tersebut di Polsek Godong. Pelaporan tersebut diteruskan ke Polsek Gubug karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum polsek tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Gubug Ipda Muh. Suharto membenarkan adanya tindakan pencurian disertai kekerasan di desa Mlilir.

“Berdasarkan  Laporan Polisi nomor LP/B/08/V/2018/Polda Jateng Res Grob/Sek Gbg tanggal  14 Mei  2018, bahwa telah datang Ahmad Musthofa, 36 tahun, warga Pondok Majapahit, Mranggen Kabupaten Demak, melaporkan tindakan percobaan pencurian disertai kekerasan secara bersama-sama terhadap adik korban atas nama Siska Junainia Salsabila (19) warga Manggarwetan, kecamatan Gubug,” ungkap Suharto.

Selain mendapatkan laporan tersebut, Polsek Gubug juga langsung menangkap Shokibul Amin, satu dari dua pelaku. “Motif dari percobaan pencurian dengan kekerasaan ini adalah keinginan pelaku memiliki motor korban. Akibatnya, korban menderita luka memar di bahu kanan dan luka panjang di lengan kanan sepanjang 5 cm,” pungkas Suharto.

Selain bukti penganiayaan terhadap korban, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha MIO M3 warna hitam tahun 2016, nopol H 3948 ALE,milik korban. Serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol K 3431 ADF dalam kondisi plat nomor tidak terpasang di sepeda motor. (Hana)

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru