oleh

Rehabilitasi Jaringan Air Klambu-Kudu Paket I

Saluran Intake Klambu Diperkirakan Selesai Juni Mendatang

 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana melakukan pengecekan proyek rehabilitasi jaringan air Klambu-Kudu Paket I di Bendung Klambu, kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Saluran intake Klambu ini merupakan penyuplai utama ketersediaan air di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Saat ini, pekerjaan tersebut terus dikebut namun tidak meninggalkan pendistribusian air ke Kudu. Pendistribusian itu telah mencapai 21 persen.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Pemalijuwana, Ruban Ruzzianto disela melakukan pengecekan, Kamis (24/5) menjelaskan, rehabilitasi jaringan Klambu-Kudu dilakukan untuk meminimalisasi kebocoran dengan melakukan penggantian lantai saluran.

“Lantai saluran dengan panjang 40,55 kilometer dari Klambu, Kabupaten Grobogan sampai Kudu, Kota Semarang sudah berusia 30 tahun. Dan tidak ada perawatan secara intensif, saat ini banyak kebocoran belum lagi adanya pengambilan air baku oleh warga sekitar saluran,” katanya.

Berbagai langkah diambil untuk meminimalisasi kehilangan, seperti melakukan revitalisasi saluran. Tidak  saja perbaikan saluran sepanjang 40,55 kilometer yang melitasi Kabupaten Grobogan, Demak dan Kota Semarang. Namun, pekerjaan juga diikuti dengan pemindahan intake atau jaringan pengambilan dari Bendungan Klambu.

Dijelaskan juga, pekerjaan pemindahan intake tidak memperngaruhi proses distribusi. “Intake lama mengalami pendangkalan sehingga mengganggu aliran air. Jika elevasi air di intake air baku + 16,2. Karena itu, kita pindahkan sekitar 200 ke arah hulu atau mejauh dari pintu air. Progress pekerjaan, saat ini pekerjaan memasuki diposisi 21,2 persen,” kata Rubhan.

Sementara itu, air yang dikirim dari Klambu ke Kudu mencapai 1.330 liter per detik. “Karena ada kebocoran dan ada pengambilan oleh warga sekitar saluran. Air yang sampai ke Kudu masih mencapai 1.300 liter perdetik. Angka itu lebih dari target dari PDAM Tirta Moedal Semarang yang berharap suplai sebanyak 900 liter per detik,” katanya didampingi Sucipto, perwakilan Perum Jasa Tirta.

Di tempat yang sama, Sucipto menjelaskan, suplai air ke IPA Kudu saat ini masih dikisaran 900 liter/detik. Dari angka itu, melalui bendungan Klambu, bisa didistribusikan air mencapai 1.300 liter perdetik. “Suplai air baku dari Klambu selalu sama. Ada warga yang mengambil air karena untuk menutup kebutuhan air baku dan ada yang untuk mengairi sawah,” katanya sambil menunjukan pompa pengambilan air yang hanya berjarak 50 meter dari Bendung Klambu.

Jika di area persawahan, kebanyakan mereka mengambil untuk irigasi. Namun, ketika berada di wilayah permukiman penduduk maka mereka mengambil untuk kepentingan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Seperti di sepanjang Godong banyak yang mengambil air ini untuk dijadikan air baku. Sedangkan di area persawahan yang mengambil adalah petani yang tidak sabar menunggu kiriman air irigasi dari Kedungombo atau dari irigasi teknis lainnya,” kata dia sambil menambahkan penjualan Perum Jasa Tirta ke PDAM Tirta Moedal, Kota Semarang senilai Rp 98 per liter.

 

Berita Populer:

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru