oleh

Residivis Inventaris Sekolah Dibekuk Polisi

-HUKUM-294 views

Sembilan Kali Curi Inventaris Sekolah, Residivis Masuk Hotel Prodeo Lagi

Nama Eko Febriyanto tidak asing lagi dalam catatan kepolisian. Pasalnya, pria 35 tahun asal desa Tuko, kecamatan Pulokulon pernah menjadi residivis spesialis sepeda motor. Ia pun pernah mendekam di tahanan polisi karena kasus tersebut. Namun, belum lama ini Eko harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian.

Kali ini, ia tidak lagi terlibat sebagai pelaku curanmor melainkan pencuri inventaris sekolah. Tidak main-main, tindakan yang dilakukannya itu sudah berulangkali. Namun, kejahatannya terbongkar setelah ia berhasil mencuri kesembilan kalinya. Pria yang bekerja sebagai buruh tani ini akhirnya berhasil ditangkap jajaran Reskrim Polres Grobogan .

“Sudah 9 kali saya melakukan tindakan tersebut. Ada laptop, proyektor dan keyboard,” akunya saat dimintai keterangan oleh Wakapolres Kompol I Wayan Sudi Subawa, Senin (7/5).

Eko mengaku barang hasil curian, dijual kepada penadah yang juga tinggal di Kabupaten Grobogan. Pencurian ini dilakukan di sejumlah sekolah dasar. Menurutnya, SD hanya dijaga penjaga sekolah yang tidak menetap satu area di sekolah tersebut. Rata-rata hasil curian Eko dijual dengan harga variasi.

Residivis Inventaris Sekolah Dibekuk Polisi

“Harganya beda-beda tiap jenisnya. Laptop bisa laku Rp 1 juta, keyboard laku Rp 2 juta. Untuk proyektor hanya laku murah karena proyektornya rusak tidak bisa dipakai,” ungkap Eko.

Eko tidak bermain sendiri dalam kejahatan ini. Setiap aksinya, ia bersama Setu yang bertugas sebagai pencari sasaran.

Dari keterangan Setu, sejumlah sekolah dasar menjadi sasarannya. “Semuanya merupakan sekolah dasar. Mayoritas SD-SD yang ada hingga ke pelosok desa ketika malam tidak ada yang menjaga dan kondisi sekolah selalu gelap. Kami tidak tahu barang ada dimana saja. Setelah masuk ke ruang guru, kemudian kami buka almari kami temukan ada laptop dan proyektor. Setelah itu cari barang lain, ada keyboard tetap kami bawa,” katanya.

Terungkapnya kasus pencurian dengan sasaran sekolah dasar, Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Sudi Subawa, ditujukan untuk mengurangi kasus pencurian yang selama ini sering terjadi di sekolah.

“Pelaku dijerat pasal 363 ayat 1  jo 55 KUHP. Dari keterangan keduanya, tersangka langsung masuk ke sekolah, jika menemukan barang langsung diambil,” ungkap Wakapolres.

Kasus pencurian tidak saja terjadi di lingkungan sekolah dasar. Namun, di wilayah kabupaten Grobogan juga terdapat pelaku pencurian juga menggasak sekolah SMP. Laptop dan perangkat komputer yang selama ini disediakan pihak sekolah untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan menjadi sasaran pencurian.

Kasus terakhir, pencurian terjadi di SMPN 1 Brati. Sejumlah komputer dan perangkat multimedia dicuri oleh kawanan pelaku pencurian.

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru