oleh

“Spider Woman” Dari Grobogan Sabet Emas Di Tiongkok

-TOKOH-373 views

Aries Susanti Rahayu, “Spider Woman” Dari Grobogan Juara Internasional Federation Sport Climbing World Cup 2018 Di Tiongkok

Sekali lagi nama harum Kabupaten Grobogan dibawa oleh putera daerah di kancah internasional. Kali ini seorang anak buruh tani dari desa Taruman, kecamatan Klambu, kabupaten Grobogan memberikan prestasi mengesankan. Baru-baru ini, perempuan bernama Aries Susanti Rahayu menjadi juara Internasional dalam cabang olahraga Panjat Tebing. Dara cantik ini memperoleh penghargaan tersebut dalam event Internasional Federation Sport Climbing World Cup 2018 yang diselenggarakan di China beberapa waktu lalu. Jika di film Spiderman merupakan pahlawan berjenis kelamin pria yang suka merayap di dinding. Aries Susanti Rahayu ini pantas disebut sebagai “Spider Woman” dari Grobogan.

Kemenangan Aries Susanti Rahayu ini tidak pernah disangka oleh S. Sanjaya dan Maryati, kedua orang tuanya. Meski keduanya bekerja sebagai buruh tani, mereka tetap menomorsatukan pendidikan puteri ketiganya ini. Berbekal dukungan inilah, Aries Susanti, sapaan akrabnya mempunyai segudang prestasi sejak kecil.

“Spider Woman” Dari Grobogan Sabet Emas Di Thiongkok

Di sebuah rumah sederhana di desa Taruman, Aries Susanti tinggal bersama kedua orang tuanya. Memasuki usia kuliah, Aries tinggal di Semarang karena harus melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Perempuan berusia 23 tahun ini berkuliah sembari mempertahankan talentanya sebagai pemanjat tebing.

Ditemui para wartawan di rumahnya, Sanjaya dan istrinya mengatakan Aries merupakan anak yang rajin dan taat kepada orang tuanya. “Anaknya punya semangat tinggi untuk mengejar cita-citanya. Kemarin kita lihat dia berhasil meraih prestasi sebagai atlet panjat tebing dengan rekor waktu tercepat. Itu prestasi yang sangat membanggakan bagi kami orang tuanya,” papar Sanjaya yang diamini istrinya.

Ditambahkan juga, Aries memang sangat menyenangi dunia keolahragaan. Sebelum bersaing di China beberapa waktu lalu, setahun sebelumnya Aries pernah menjadi wakil Indonesia dalam event yang sama. Namun, pada saat itu, Aries belum berhasil menyabet emas dalam kejuaraan tersebut.

“Sejak kecil Aries dikenal sebagai pelari cepat. Tapi perkembangannya begitu melesat. Terus Aries tertarik olahraga panjat tebing ini. Banyak sekali hambatannya saat menyalurkan hobinya ini. Uang saku kuliah habis untuk beli peralatan olahraga. Itu ia lakukan karena keterbatasan ekonomi keluarga kami,” tambah ayah Aries.

Namun, seiring berjalannya waktu, Aries membuktikan kepada kedua orang tuanya. Terutama saat ia dipanggil Pelatnas beberapa waktu lalu. Sejak itu, Aries harus ikut berbagai pertandingan. Baik skala nasional maupun internasional. “Setiap Aries mau bertanding, dia selalu minta doa restu dari orang tua untuk mendoakan agar menjadi juara, karena itu doa saya untuk Aries dan anak-anak saya lainnya tak pernah putus,” ungkap sang ibu.

Ketekunan Aries terhadap olahraga ini tidak perlu diragukan lagi. Terutama sejak awal ia memutuskan hijrah dari pelari menjadi atlet panjat tebing tahun 2008 silam. Berbagai kejuaraan telah disabetnya yakni menjadi atlet panjat tebing kategori speed climbing, Dalam dua tahun terakhir, Aries ikut dalam POR International Federation Sport Climbing World Cup tahun 2017 di Rusia dan menyabet gelar dunia dalam event yang sama di China dan berhak mendapat medali emas. Dengan kecepatan 7,51 detik, Aries berhasil mengalahkan Elena Timofeeva dari Rusia.

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru