oleh

Ki Joko Edan Ikut Doa Bersama Di Mrapen

-SOSIAL-458 views

Prihatin Kondisi Indonesia, Ki Joko Edan Ingin Pancasila Hidup Kembali

Grobogan-grobogannews-Dalang ternama Ki Joko Hadiwidjojo atau yang akrab dikenal dengan nama Ki Joko Edan mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi Indonesia saat ini. Ditemui di kompleks wisata Api Abadi Mrapen, pria kelahiran Yogyakarta ini mengungkapkan perlunya memupuk kembali ideologi Pancasila pada generasi.

“Pancasila selama ini menurut saya diajarkan hanya sebatas teori saja. Berbagai persoalan seperti saling fitnah, berita hoax, terorisme dan perbuatan saling menyakiti antarwarga ini menjadi bukti Pancasila hanya sekadar teori tapi praktiknya kosong. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah agar menghidupkan kembali Pancasila,” ujarnya saat acara Ndungo Bareng, Ngupoyo Tenterem, Jumat (1/6/2018) lalu.

Bagi suami penyanyi campursari Nurhana ini, pendidikan ideologi Pancasila harus disebarkan melalui berbagai media. Kajian-kajian tersebut disiarkan secara berkelanjutan dan dikupas sila persila. Dengan begitu, diharapkan masyarakat lebih memahami dan mengamalkan ideologi tersebut.

“Terus terang jika saya melihat kondisi Indonesia saat ini masih belum tenteram. Dengan adanya upaya-upaya tersebut diharapkan, ancaman perpecahan dapat dicegah dan dihilangkan. Saya mengapresiasi kegiatan Ndungo Bareng, Ngupoyo Tentrem’’ ini. Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mencegah perpecahan dengan berdoa dan mengingat pada yang Maha Kuasa. Ini harus berlanjut, jangan berhenti disini,’’ jelasnya.

Ketua panita Ndungo Bareng, Ngupoyo Tentrem, Ganis Harsono mengatakan kegiatan doa bersama ini dilakukan secara lintas agama dan kepercayaan. Dari kegiatan tersebut, Ganis berharap Pancasila kembali dipahami dengan baik dan dapat mencegah perpecahan.

‘’Pancasila ini adalah pembangunan karater nasional Indonesia. Banyaknya kepercayaan, suku, dan agama ini disatukan pada Pancasila. Dan nilai dari semua sila ini adalah gotong royong. Inilah yang tidak dimiliki bangsa lain,’’ katanya.

Ganis berharap generasi muda dapat memahami bahwa pilihan ideologi Pancasila menjadi final option. Dengan keberagaman yang ada di Indonesia menjadi karakter dan hanya bisa disatukan Pancasila. ‘’Sekarang, banyak budaya dan ideologi asing masuk ke Indonesia. Seakan-akan Pancasila itu tidak diberi ruang agar khalayak paham. Kalau mampu membuat filter, pasti akan mengetahui mana yang lebih baik,’’ ujarnya. (Ag-Mj)

Berita Populer:

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru