oleh

Minum Apotas, Buruh Tani Tewas

-PERISTIWA-615 views

Diduga Punya Masalah Keluarga, Buruh Tani Tewas Minum Racun Apotas

Seberat-beratnya masalah yang dihadapi manusia, seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin. Namun hal itu tidak dilakukan oleh pria buruh tani di Ngaringan. Pria yang diketahui berinisial NA (22) nekat minum segelas racun apotas. Akibatnya, nyawa pria warga dusun Tahunan RT 02 RW 03 desa Ngarap-Arap kecamatan Ngaringan, itu pun tidak dapat diselamatkan.

Kronologi bermula ketika Rusmin (55), ayahnya hendak ke belakang, Selasa (26/6/2018) sekitar pukul 15.30. Sesampainya di belakang rumah, ia menemukan korban dalam kondisi sekarat di kamar mandi. Panik mendapati anaknya dalam kondisi tersebut, ia lantas memanggil dua rekannya sesama buruh tani, Mujiono (47) warga desa Belor dan Warih Wulan (31) yang juga tetangga korban. Rusmin meminta tolong keduanya untuk membawa anaknya itu ke puskesmas Ngaringan agar segera mendapat perawatan medis. Namun, usaha untuk menyelamatkan korban pun gagal karena pada akhirnya NA tewas saat perjalanan menuju ke Puskesmas Ngaringan.

“Pada saat sekarat, saya menemukan ada gelas berisi sisa butiran apotas yang belum mencair,” ungkap Rusmin dengan nada sedih.

Rusmin sendiri tidak menyangka anak kandungnya ini meninggal dengan cara yang tragis. Ia hanya menduga NA mempunyai tekanan masalah yang membuatnya memilih mengakhiri hidup dengan cara meminum racun.
Mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya warga tewas karena minum racun, anggota Polsek Ngaringan pun bergegas melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Polres Grobogan, SPKT Polres Grobogan, Polsek Ngaringan serta dokter dari Puskesmas Ngaringan menyatakan tidak ada bekas-bekas penganiayaan pada diri korban.

Buruh Tani Tewas Minum Apotas

Selain ditemukan segelas racun apotas yang belum mencair juga ditemukan satu bungkus tepung putih yang diduga apotas yang telah dihaluskan lebih dulu. Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri yang dilakukan seorang pria di dusun Tahunan, desa Ngarap-Arap, kecamatan Ngaringan. “Inggih leres, Mas. Itu sudah ditangani. Dugaan sementara ini korban meninggal dunia karena masalah keluarga karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” kata AKP Sumardi, saat dihubungi via WA, Selasa (26/6/2018) malam. (Hana)

Komentar

Post Terbaru