oleh

Halaqah Ulama MUI Grobogan 2018

MUI Jateng Minta Cabang Grobogan Pelopori Terbentuknya Bank Wakaf Mikro Tanpa Bunga

grobogannews.com, Purwodadi | Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Ali Mufiz meminta MUI Kabupaten Grobogan mempelopori pendirian Bank Wakaf Mikro Tanpa Bunga.

“Ini ikhtiar nyata untuk atasi kemiskinan. Para aghniya yang rezekinya lebih bisa wakaf apa saja lewat bank ini. Misal, hutang Rp 5 juta kembalinya juga Rp 5 juta tanpa bunga,” ujar mantan Gubernur Jateng ini.

Ali Mufiz menyatakan hal tersebut ketika menjadi narasunber Halaqah Ulama dengan tema “Meningkatkan Peran Ulama Dalam Politik Kebangsaan” di kantor Bupati Grobogan, kemarin.

Dalam kesempatan itu juga, Ali Mufiz mengajak para ulama berpartisipasi memecahkan masalah bangsa. Persoalan tersebut perlu dituntaskan hingga di ke wilayah pedesaan.

Menurutnya, ada tiga hal persoalan bangsa yang perlu dikawal bersama. Yakni di bidang pendidikan, ekonomi, dan ideologi.

’’Itu tantangan besar yang harus dipecahkan bersama. Harus kita sadari, semua carut-marut bangsa ini tidak lepas dari sistem pendidikan. Para ulama, termasuk di Grobogan ini harus melakukan penafsiran kembali, evaluasi ulang terhadap sistem pendidikan yang berlaku,’’ ungkapnya.

Hal tersebut dinyatakan dengan harapan warga negara menjadi lebih tangguh lahir dan batik. Di samping itu, karakter bangsa akan terbentuk lebih kuat. Keislaman dan jiwa nasionalismenya tertanam baik, sehingga jatidiri seorang muslim sebagai warga negara Indonesia kuat.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Mufiz ini juga mengemukakan perhitungan ekonomi yang terus bertumbuh dan mengharuskan ulama merambah serta memberdayakan potensi umat. “Saat ini potensi umat di bidang ekonomi sudah besar. Hanya yang belum terlihat yaitu mengorganisasikan potensi umat ini. Dengan dikoordinasikan dan ditata dengan baik, umat Islam akan memiliki kekuatan ekonomi yang besar. Ini tentunya akan membantu perekonomian bangsa,’’ ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Mufiz berpesan kepada para ulama agar tidak lagi mempersoalkan perbedaan-perbedaan yang ada, masalah Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, pembahasan itu harus diakhiri dan ulama harus fokus untuk bekerja membangun bangsa.

’’Program Ulama Masuk Desa yang digagas MUI Grobogan ini sangat bagus. Itu akan langsung masuk ke sumber-sumber persoalan yang ada. Saya harap, ini segera direalisasikan dan dilakukan juga di daerah lain,’’ tuturnya.

Sementara itu, ketua MUI Grobogan Hamzah Matni mengatakan gagasan kegiatan ulama masuk desa tersebut untuk membantu pemerintah persoalan di masyarakat. Menurut dia, persoalan bangsa biasanya datang dari pedesaan.

’’Lewat program ini kami harap persoalan bunuh diri, pernikahan dini, kenakalan remaja, hingga hamil di luar nikah dapat dicegah. Kami harap program ini mulai berjalan pada tahun depan,’’ katanya.

Sementara itu, Halaqoh Ulama tersebut juga diisi Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji. Kegiatan tersebut dibuka Sekda Grobogan Moh. Sumarsono dan diikuti sejumlah ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Grobogan.

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Gambar Gravatar
Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani untuk bersuara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru