oleh

Padi Purba, Padi Raksasa Dari Gubug

-BERITA, SOSIAL-3.610 views

Padi Purba, Batang Besar dan Bulirnya Mencapai 800 / Tangkai

Grobogannews.com | Sebuah keajaiban alam terlihat di ladang milik Saputro Wicaksono, warga dusun Jatipening RT/RW 4/5, desa Rowosari, kecamatan Gubug. Pasalnya di ladang inilah terlihat tanaman padi tumbuh tidak seperti padi lainnya. Ya, di lahan ini tumbuh padi bertangkai panjang hasil budidaya yang dilakukan Saputro.

Pohon padi lengkap dengan bulir padi jauh lebih banyak yakni mencapai 800 bulir per tangkainya itu terlihat berbeda dengan tanaman padi milik tetangganya.

“Padi milik Pak Saputro ini terlihat berbeda dengan padi pada umumnya. Pokoknya padinya lebih tinggi dan bulir per tangkainya lebih banyak. Warga di sini menamainya Padi “Purba”. Alasannya mungkin karena aneh dalam pertumbuhannya yang tidak biasa itu,” tutur Widi, saat ditemui grobogannews.com, Minggu (22/7/2018).

Padi Purba Dari Gubug

Tidak saja keanehan dari sisi pokok dan bulir yang lebih banyak. Padi Purba yang sering didatangi para ahli pertanian ini juga cepat panen. “Mulai menanamnya tanggal 1 Mei 2018 lalu. Saat ini tinggal pematangan dan siap panen.  Ini yang membuat warga jadi penasaran, ikut datang dan melihat ke sawah,” tutur Widi.

Sementara Saputro, pemilik padi bertangkai panjang itu saat ditemui grobogannews.com menjelaskan, padi yang ditanamnya merupakan padi jenis Petani Indonesia Menggugat atau lebih dikenal dengan sebutan padi PIM.

“Akhir April lalu saya dapat benih Padi Purba ini dari Jawa Timur. Di Jatim benih padi ini dikenal dengan padi raksasa. Saya coba budidayakan di sini dan ternyata bisa,” katanya sembari menunjukan padi siap panen yang ditanamnya, Minggu (22/7/2018).

Di tempat asalnya, yakni Jawa Timur, padi raksasa ini dapat tumbuh maksimal karena temperaturnya yang tidak terlalu panas. Meski demikian, setelah dibudidayakan di Grobogan ini, padi ini tumbuh dengan hasil yang maksimal meskimun suhu udara di wilayah ini jauh lebih panas dibandingkan Jawa Timur.

“Pohonnya tidak terlalu tinggi dan bulirnya lebih sedikit. Namun dibanding menanam padi jenis lain dari 2.500 meter persegi lahan yang saya tanami mampu memberikan hasil hingga tiga kali lipat,” tambahnya.

Yang menarik, meski panen baru sepekan lagi, namun calon pembeli Padi Purba untuk dibenihkan sangat banyak. “Dengan sistim penanaman yang sama namun hasil bisa tiga kali lipat tentu membuat pendapatan petani seperti saya bisa mendapatkan uang lebih banyak,” tambahnya.

Dijelaskan Saputro, pembelian benih Padi Purba ada yang dilakukan di rumahnya yang berada di antara Desa Kuwaron dan Desa Kapung. Ketertarikan, lebih pada jumlah bulir yang lebih banyak plus panen yang hanya sekitar tiga bulan atau satu bulan lebih cepat.

“Ada juga yang membeli dengan menghubungi saya. Pemesan biasanya tahu secara getok tular,” pungkasnya.

Berita Populer:

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru