oleh

Penyelenggaraan Fun Color Party di Purwodadi, Apakah Perlu?

Masyarakat Pertanyakan Kreativitas EO Penyelenggara Fun Color Party

Grobogannews.com, Purwodadi. Beberapa minggu ini masyarakat Kabupaten Grobogan disuguhi pemandangan baru berawal dari sebuah akun media sosial yang menayangkan publikasi acara Fun Color Party. Kegiatan yang rencananya akan digelar dalam rangka HUT RI ke 73 ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Sebagian masyarakat berpendapat, kegiatan Fun Color Party ini seakan jadi menu wajib setiap acara yang digelar Pemkab Grobogan. Mereka mempertanyakan bentuk kreativitas EO penyelenggara acara yang digandeng Pemkab Grobogan tersebut. Sebelumnya, acara serupa juga digelar selama dua tahun berturut-turut yakni pada HUT Grobogan tahun 2017 dan 2018. Berbagai kalangan pun menyoroti kegiatan yang menurutnya sedikit berfaedah ini.
“Acara seperti itu sudah sering diadakan dan manfaatnya untuk masyarakat tak ada sama sekali. Color party hanya bisa dinikmati oleh sebagian orang, padahal kegiatan itu menggunakan uang rakyat,” ungkap Sugianto, warga Purwodadi.

Menurutnya, kegiatan fun color party diganti dengan acara yang benar-benar pesta rakyat. “Karena merupakan pesta rakyat, maka lebih bijaknya mengadakan acara menggali potensi lokal, menjunjung nilai kearifan lokal seperti festival kesenian rakyat atau kegiatan yg melibatkan budayawan lokal. Ini ‘kan juga sebagai wahana untuk memperkenalkan kesenian atau potensi Grobogan ke masyarakat Grobogan dan kabupaten lain,” tambahnya.

Giyanto juga menambahkan, dengan mengadakan fun color party, Pemkab seperti sudah tidak punya konsep untuk mengadakan kegiatan yang bisa mengangkat potensi lokal. “Seharusnya lebih kreatif lagi. Masih banyak kok yang bisa dilakukan,” katanya.

Lain halnya dengan Bagas Marhendra, seniman berbakat asal Wirosari ini mengungkapkan tidak setuju ada kegiatan semacam ini. Menurutnya, Fun Color Party ini hanya mencakup kalangan muda saja. “Saya jujur saja, kalau ini dilaksanakan lagi, saya kurang setuju ya. Segmentasinya lebih ke arah anak-anak muda saja. Kenapa nggak dibuat acara yang punya nilai edukasi contohnya mengembangkan budaya lokal di Kabupaten Grobogan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kreativitas pun bisa dijadikan sebagai kulit dan jati diri daerah yakni budaya menjadi intinya. “Jadi bukan sekedar mengadopsi tradisi luar agar tampak modern. Harusnya lebih berfikir untuk melestarikan kebudayaan lokal yang kian hari kian terkikis dengan kata modernisasi. Agar kelak anak cucu kita tetap dapat tahu kekayaan budaya Grobogan. Banyak seniman dan budaya lokal dari Kabupaten Grobogan ini yang belum dikenal masyarakat luas. Saya yakin, mereka jauh lebih punya kreativitas yang edukatif,” pungkasnya. (Tommy)

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru