oleh

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pencuri Motor di Brati

-HUKUM-1.159 views

Pelaku Adalah Warga Desa Krajan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus

Grobogannews.com, Brati. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku pencuri sepeda motor matik milik Suratno (bukan Suranto seperti yang pernah diberitakan sebelumnya-red), kepala dusun Gebang, desa Tegalsumur, kecamatan Brati. Kedua pelaku berinisial MK (29) dan IP. Pelaku MK merupakan pelaku wanita yang tewas saat dikejar sang pemilik motor usai menjalankan aksinya tersebut. Diduga kurang konsentrasi saat mengendalikan kendaraannya, MK menabrak pohon randu hingga sebanyak dua kali hingga terbentur aspal beton dan akhirnya meninggal dunia di tempat.

Menurut Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq melalui Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Maryoto, MK merupakan warga desa Krajan kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Saat kejadian, pelaku bertugas membawa motor tersangka IP dan mengendarainya tepat di belakang tersangka IP yang membawa motor milik korban.

“Tersangka ini yang menemani pelaku IP saat tindakan pencurian ini. Ia mengendarai motor matik dengan nopol H 5237 QE dan mengendarai tepat di belakang temannya. Namun nahas, aksi mereka ketahuan pemilik motor matik yang dicuri kedua tersangka ini. Mereka melajukan kendaraannya secepat mungkin menuju ke arah selatan. Diduga tidak bisa berkonsentrasi saat mengendarai motornya, tersangka MK ini menabrak pohon randu,” kata AKP Maryoto saat dimintai keterangannya, Sabtu (28/7/2018) malam.

Dijelaskan Maryoto, pada hari Sabtu tgl 28 Kuli 2018, sekira pukul 09.00 Wib, saat Kusmi, istri korban bermaksud mengirim sarapan (makan pagi) di lahan pertanian yang terletak di sebelah selatan dusun Gedong, desa Tegalsumur, dengan mengendarai SPM Matik berwarna putih dan belum ada plat nomornya. Motor  tersebut diparkirkan di tepi jalan. Saat itu istri korban sambil mengantarkan sarapan, juga berdialog dengan para pekerja lainnya yang sedang memanen jagung. Jarak antara parkir sepeda motor dengan korban sekitar kurang lebih lima meter,” ungkap AKP Maryoto.

“Saat itu pelaku IP menanyakan arah dusun Nglengki kepada Suratno. Oleh Suratno, kedua pelaku ini diberikan penjelasan arah menuju ke desa tersebut. Beberapa saat setelah diberikan penjelasan, tersangka MK lalu memutar kendaraannya dan diparkirkan sejajar dengan sepeda motor korban. Usai mendengarkan penjelasan, tersangka langsung kembali ke tempat parkir dengan membawa sepeda motor korban. Sementara tersangka MK berjalan di belakang tersangka IP,” jelas AKP Maryoto.

Mengetahui sepeda motornya dicuri oleh pelaku yang sempat bertanya arah dusun Nglengki ini, korban langsung berteriak maling. Ia langsung mengambil sepeda motor satunya dan mengejar ke arah pelaku. Korban Suratno sempat jatuh saat mengejar kedua pelaku ini. Namun, ia langsung bangkit dan terus mengejar.

Aksi heroik Suratno ini memancing Setyawan (26), warga setempat untuk ikut mengejar dua pelaku ini.“Saat pengejaran, Setyawan sempat terhalang beberapa warga yang berada di tengah jalan. Namun akhirnya ia berhasil mendekati pelaku MK ini. Diduga jarak sudah dekat, pelaku menabrak pohon randu di bahu jalan sebelah kiri dan menabrak lagi pohon randu sebelah kanan dan akhirnya membentur jalan rabat beton dan langsung meninggal dunia di tempat dengan luka di bagian kepala, wajah dan hidung,” jelas AKP Maryoto.

Setyawan, saksi yang membantu korban mengejar kedua pelaku ini, mengaku sempat melihat tersangka satunya lagi. “Saya bersama warga langsung mengejar pelaku yang satunya. Tetapi kami kehilangan jejak. Akhirnya kami kembali ke tempat pelaku perempuan yang menabrak pohon randu itu,” papar Setyawan.

Mengetahui adanya laka tunggal yang dialami tersangka MKl ini, Suratno bersama para saksi melaporkannya ke Polsek Brati. Saat ini, polisi tengah mengejar pelaku yang masih buron. Identitas pelaku sudah diketahui polisi dan sedang dalam pengejaran.

“Kasus ini sekarang sudah dalam penanganan Polres Grobogan. Identitas pelaku satunya berinisial IP yang saat ini masuk DPO dan dalam penyelidikan kami. Pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP. Untuk pelaku perempuan yang tewas ditempat dibawa ke RSUD untuk divisum dan kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,”tambah AKP Maryoto. (Hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru