oleh

Razia Kompleks eks-Koplak Dokar, 8 PSK Diciduk Polisi

-BERITA, SOSIAL-528 views

8 PSK Dan Pemilik Rumah Bordil Terciduk Polisi

Grobogannews.com | Delapan Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan petugas Sat Sabhara Polres Grobogan saat melakukan razia di kompleks eks Koplak Dokar, Kamis (12/7/2018) malam.  Selain 8 PSK juga dicidu pemilik rumah yang menyediakan bisnis haram itu. Sang pemilik rumah bordil itu pun juga diamankan polisi.

Delapan PSK itu sempat berlari setelah tahu adanya petugas yang hendak merazia. Namun, kesigapan petugas melakukan pengejaran terhadap para PSK ini, akhirnya kedelapan PSK tersebut berhasil diamankan petugas. Mereka lalu diangkut ke dalam truk Dalmas untuk dimintai keterangannya di Mapolres Grobogan.

Setelah diperiksa identitasnya, para PSK yang terjaring ini rata-rata berumur setengah baya. Mereka mengaku tidak mau mengganti profesi yang lebih baik dengan alasan klasik, yakni sulit mencari pekerjaan lain. Delapan PSK itu kembali pada profesi haramnya itu dengan mangkal di lokasi yang kini menjadi terminal angkutan umum.

kompleks eks Koplak Dokar

’’Sebagian merupakan wajah lama yang dulu ada pernah mangkal di kawasan Koplak Dokar ini. Mereka ini bukan warga sini tetapi pendatang dari luar daerah,’’ kata Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Para PSK serta pemilik rumah penyedia bisnis prostitusi inipun hanya didata dan diberi pembinaan di Polres Grobogan. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

’’Kali ini mereka hanya kami beri pembinaan. Kalau di kemudian hari kedapatan mengulangi perbuatannya maka akan kami ambil tindakan lebih tegas. Tindakan tersebut yakni mengirimkan mereka ke panti sosial,’’ jelas AKP Lamsir.

Selain menangkap para PSK, petugas juga menyita puluhan botol miras dengan beragam jenis dan dua buah jerigen arak. Minuman terlarang itu disita dari warung yang juga berada di kawasan eks Koplak Dokar.

Lamsir mengatakan, kegiatan razia petugas gabungan itu dilakukan setelah kembali muncul keluhan dan laporan masyarakat mengenai adanya PSK yang kembali mangkal di wilayah tersebut. “Informasi itu menyebutkan masih adanya praktik prostitusi yang dilakukan di sejumlah warung di kawasan terminal angkot. Informasi ini langsung kami tindaklanjuti. Kami berharap, di kawasan bekas stasiun kereta api ini tidak ada lagi praktik prostitusi. Para pedagang juga kami peringatkan sekalian agar tidak menyediakan miras,’’ ujarnya.

Kawasan koplak dokar sendiri telah dibongkar pada 22 Desember 2016 lalu. Sebelum dibongkar, lokasi tersebut menjadi kawasan kumuh dan menjadi tempat lokalisasi liar. Setelah dibongkar, kawasan tersebut dibangun pusat kuliner Purwodadi, namun belum terlihat pedagang menempati pusat kuliner tersebut. (hana)

Berita Populer:

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru