oleh

SMAN 1 Purwodadi Minim Siswa Ber-SKTM

Dari Kuota 60 Siswa Ber-SKTM, Yang Mendaftar Hanya 11

Grobogannews.com | Opini publik terkait penyalahgunaan surat keterangan miskin (SKTM) dalam pendaftaran siswa baru yang terjadi di sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Meski demikian, hal tersebut tidak terjadi di SMA N 1 Purwodadi.

Bahkan, kasus yang membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sampai turun tangan menegur langsung sejumlah Kepala Sekolah tidak dimanfaatkan warga yang tinggal di kabupaten ini. Meskipun, daerah Kabupaten Grobogan masuk zona merah angka kemiskinan tertinggi di Jateng. Dari kuota 20 % atau setara dengan 60 siswa, jumlah siswa Ber-SKTM yang mendaftar di SMA negeri favorit di Purwodadi itu hanya 11 siswa.

“Mungkin yang daftar secara online ada 11. Tapi hasil rapat tim yang melakukan verifikasi hanya ada 3 siswa dengan SKTM yang diterima di sekolah ini,” kata Aris Supriyadi, Kepsek SMAN 1 Purwodadi. Jumlah tersebut dari jumlah seharusnya yakni kuota 20 persen. “Namun tentu kita tidak bisa memaksa siswa miskin harus sekolah di sini. Karena jika pun melampirkan SKTM kita akan melakukan pengecekan kebenaran apakah memang benar,”katanya.

Minimnya pendaftar dari keluarga miskin, kemungkinan juga meningkatnya jumlah siswa yang lebih memilih sekolah di kejuruan dari pada di SMA yang nantinya harus melanjutkan ke jenjang kuliah. “Meski tidak ada masalah dengan jumlah siswa miskin, untuk pengumuman kita tetap menunggu dari kebijakan Disdik Provinsi. Kemungkinan besok (Kamis 12/7) baru diumumkan secara online,” katanya.

Meskipun belum ada pengumuman, sejumlah orang tua dan calon siswa baru, banyak yang datang untuk menyaksikan pengumuman di SMA N 1 Purwodadi. (Hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru