oleh

Baru 11 Hari Buka, Roti Kekinian Purwodadi Akan Buka Dua Gerai Sekaligus

-KULINER-7.340 views

Purwodadi – Tidak pernah terbayangkan di benak Tri Nova Setiawan atau yang akrab disapa Onez tersebut. Berkat kegemarannya membaca media online yang bermanfaat, dirinya bisa langsung mengeruk untung lewat uji coba membuat Roti Jhon, roti kekinian asal negeri Jiran.

Terbukti, baru 11 hari membuka gerai Roti Jhon 68 di depan kantor DPD Golkar, ia memperoleh untung besar dari penjualan roti tersebut. “Hari pertama sih kita jualan baru 8 pcs roti yang terjual. Pas hari kedua dan selanjutnya bertambah banyak orderannya,” kata Onez yang didampingi istrinya Nuna, Rabu (15/8/2018) lalu.

Pasangan suami istri ini mengaku meski di Kota Purwodadi sudah terdapat beberapa penjual roti kekinian tersebut, namun mereka tidak menyangka roti buatannya sudah banyak diminati masyarakat.

Roti Jhon 86

Ada perbedaan menonjol terdapat di Roti Jhon 68 ini. Pertama, tekstur rotinya yang lembut. Nuna mengatakan, roti sebagai bahan baku utamanya ia dapatkan dari Yogyakarta. Menurut dia, roti ini tanpa bahan pengawet. “Hanya bisa tahan seminggu,” paparnya.

Selain roti yang jadi andalan utamanya, isian yang dipergunakan dalam roti Jhon ini selalu segar. Tak hanya itu, isian daging kornet pun tidak sembarangan. Beberapa bumbu rahasia diracik menambah cita rasa roti tersebut.

“Jadi kita bikin roti Jhon yang berbeda. Belajar secara otodidak. Sharing ke teman-teman juga yang sudah pernah membuat roti ini. Kemudian kita juga pernah praktek berkali-kali dan sempat gagal. Yang terakhir berhasil dan jadi mantap untuk buka gerai ini,” kata Onez, melengkapi penjelasan Nuna.

Dalam pembuatannya, Onez dan Nuna menggunakan panggangan besar yang diletakkan di gerobaknya. Bak seorang chef profesional, Onez mengolah roti jhon ini. Pertama, ia mengocok telur ayam disertai isiannya berupa kornet, daun bawang dan sedikit bubuk kaldu. Kemudian ia gulirkan ke atas wajan mirip seperti membuat telur dadar hanya saja dibentuk memanjang. Lalu, ia belah roti panjang yang merupakan bahan baku utama panganan ini. Setelah terbelah, roti tersebut ditempelkan di atas kocokan telur tadi. Pelan tapi pasti, telur setengah matang itupun langsung menyatu dengan rotinya. Usai disatukan, ia panggang hingga matang. “Ini maksudnya roti jhon. Telur dan roti menempel merekat jadi satu. Kata jhon itu sebenarnya seperti sapaan gaul untuk teman-teman kita agar lebih akrab, misal apa kabar jon? Tetapi ditulis Jhon biar kekinian,” ungkap Onez.

Proses akhirnya yakni Nuna memberikan toping di atas roti tersebut yakni dengan menggunakan selada segar, bawang bombay yang diiris tipis, serta mentimun. Setelah itu disiram saus mayonaise, saus sambal dan saus tomat. Total proses pembuatannya membutuhkan waktu tak kurang dari 10 menit.

Dari beberapa pelanggan yang ditemui grobogannews.com, mengatakan, roti buatan Onez berbeda dengan yang lain. Natalie, warga Purwodadi, menuturkan, roti buatan Onez ini memang tidak ada duanya. Selain murah, roti ini memang memiliki tekstur yang berbeda.

“Rotinya sudah dipanggang, tetap empuk. Sayurannya segar. Rasa sausnya mantap. Ini sebenernya malah rasanya seperti burger ya tapi enak ini lah,” kata Natalie.

Harga yang ditawarkan Onez untuk sebuah roti ini ramah di kantong. “Kalau yang rasa original, yaitu yang pakai sayur, telur, daging kornet dan bumbu lainnya harganya Rp 15 ribu untuk yang pendek dan Rp 28 ribu untuk yang panjang.

Ada juga varian lain yang harganya juga bervariasi,” tutur Nuna yang mengaku kini membutuhkan satu peti telur ayam untuk dua hari. Selain rasa original, juga ditawarkan varian lain yakni topping sosis, chocho crunchy, taro, dan alpukat.

Sempat Kewalahan

Dalam satu hari, keduanya dapat menjual 40-50 pcs roti jhon. “Kami buka lapak dari pagi dan malam. Kalau pagi sampai siang kami terima order di rumah, tepatnya di belakang gedung DPD Golkar. Bisa juga delivery order lewat ojek online atau saya sendiri. Kalau sore pukul 16.30 sampai pukul sebelas malam, kami buka lapak di depan gedung DPD Golkar,” tambah Nuna.

Kedepannya, mereka berencana membuka cabang. “Ada dua tempat yang kami rencanakan untuk kami bukakan cabang. Rencananya di Godong dan Gubug. Ini juga murni permintaan pelanggan yang seminggu lalu coba beli roti jhon di sini dan selalu order ulang,” jelas Onez.

Diakui Nuna dan Onez, kini pelanggan bertambah banyak. Meski demikian, mereka tetap mengutamakan kualitas pelayanan yang profesional. “Memang sudah banyak pelanggan kami, tapi kita tetap profesional. Kepada pembeli kami ajarkan untuk mengantre,” pungkas Onez. (Hana)

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru