oleh

Jajaran Polwan Ikut Upacara Bersama Siswa SMK

-PENDIDIKAN-194 views

Sebanyak 46 anggota Polwan Polres Grobogan mengikuti upacara bendera yang diselenggarakan di halaman SMKN 1 Purwodadi, Senin (20/08/2018) pagi. Keikutsertaan mereka berbaur dengan para siswa ini dalam rangka Hut Polwan ke 70. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) yakni Iptu Umbarwati. Selain para siswa dan jajaran Polwan Polres Grobogan, ikut serta kepala sekolah beserta dewan guru SMKN 1 Purwodadi dalam upacara tersebut.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kanit Dikyasa Satlantas Polres Grobogan ini memberikan amanat untuk para siswa. Terutama yang berkaitan tentang narkoba serta bahaya globalisasi di bidang teknologi. Menurut perempuan yang dikenal kalem ini, penyalahgunaan narkoba sudah menjalar hingga ke institusi pendidikan. Terutama kaum pelajar, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA. Hal ini menurutnya sudah menjadi permasalahan serius, kompleks dan meresahkan bangsa Indonesia.

Ia juga memaparkan dari data yang diperoleh tahun 2017, bahwa angka penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar sudah mencapai 24 % dari total jumlah penyalahgunaan narkoba. “Artinya terdapat sebesar kurang lebih delapan ratus ribu pelajar dari 3.376.115 orang penyalahgunaan narkoba yang masuk dalam kategori coba pakai,” papar Iptu Umbarwati.

Selain itu, Iptu Umbarwati juga memaparkan bahaya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. “Adanya kemajuan globalisasi dan teknologi informasi ini memberikan pengaruh besar terhadap manusia. Tidak hanya mempermudah berbagai aspek kehidupan manusia, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak negatif yang harus kita antisipasi. Contohnya, dari kemajuan teknologi yang bisa saja terjadi melalui media sosial, kerap dipergunakan untuk ujaran kebencian, melakukan hasutan, dan bahkan melakukan tindakan bullying di dunia maya. Atau bisa disebut cyber bullying ini,” tambahnya.

Perilaku bullying ini, tambah dia, seolah-olah sudah menjadi budaya yang melandasi cara berpikir, merasa dan bertindak khususnya kepada anak-anak usia sekolah. Mereka yang melakukan perbuatan bullying tersebut tidak pernah sampai memikirkan dampak dari perbuatannya ini.

“Karena yang mereka cari ini adalah kepuasa. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, menjadi tanda tindakan nyata, maka akan memelihara bibit-bibit prokekerasan. Bahkan, berpotensi terjadinay gesekan, konflik sosial, serta disintegrasi bangsa,” ungkap dia.

Karena itu, lembaga Polri dan komunitas sekolah memiliki tugas mulia yakni saling bersinergi secara optimal melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan perilaku bullying serta upaya pencegahan. Seperti yang dilakukan para anggota Polwan Pores Grobogan ini.

“Pelajar yang bebas narkoba akan memiliki pemikiran yang cerdas, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, kreatif, inovatif, dan memiliki semangat juang. Selain itu, aka nada sikap welas asih, tenggang rasa, sehingga akan tercipta kondisi masyarakat yang aman, tertib, damai, cerdas dan sehat. Terima kasih kepada para kepala sekolah beserta para guru serta pengurus sekolah yang mefasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Kepada siswa-siswi terbaik bangsa ini, Pakor Polwan juga berharap jaga dan tingkatkan terus keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa. Jadilah relawan stop bahaya narkoba dengan menjaga diri, menanamkan sikap tenggang rasa, welas asih dan empati untuk tidak menyakiti orang dan jadilah anak kebanggaan orang tua, guru, masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (Hana)

 

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru