oleh

Musim Kemarau 2018 Paling Ekstrim!

Perhutani Peduli Air Bersih Untuk Warga

Musim kemarau di tahun 2018 ini merupakan musim kemarau paling ekstrim bagi penduduk di Kabupaten Grobogan. Beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan mengalami kekeringan. Hal ini berdampak kurangnya pasokan air bersih untuk warga.

Banyak hal yang dilakukan warga untuk mendapatkan air bersih seperti berjalan jauh hingga puluhan kilometer menuju sumber air atau membeli air bersih dengan cara iuran bersama tetangganya. Bahkan, tidak sedikit dari mereka menunggu adanya bantuan langsung dari para donatur.

Donasi bantuan air sudah dilakukan berbagai pihak. Baik dari instansi pemerintahan Kabupaten Grobogan maupun swasta yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan. Kamis (30/8/2018), Perhutani KPH Purwodadi melakukan dropping air ke Dusun Bubak, Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari. Penyaluran air bersih ini merupakan kepedulian Perhutani untuk para warga wilayah tersebut.

Bantuan air diberikan kepada warga yang tinggal di wilaah yang mayoritas masih berada di kawasan hutan ini. “Dropping air dilakukan ke sejumlah desa yang ada d isekitar kawasan hutan. Hal ini dilakukan  karena desa sekitar hutan menjadi wilayah terdampak paling ekstrem,” kata Dewanto, Kepala Perum Perhutani KKPH Purwodadi, Kamis (30/8/2018).

 

Dewanto mengungkapkan, penyaluran air yang dilakukan di Dusun Bubak, Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari ini difokuskan karena selama ini merupakan wilayah yang mengalami kekeringan paling ekstrim di Kabupaten Grobogan. Hujan yang lama tidak turun menyebabkan warga kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Dropping  bantuan air bersih kepada masyarakat  sebanyak tiga tangki air kapasitas enam ribu liter. Dengan bantuan 18.000 liter ini, diharapkan dapat menekan pengeluaran warga yang mayoritas tidak bisa mendapatkan penghasilan dari bertani karena tidak adanya air,” tambahnya.

Para warga langsung menyerbu tiga truk tangki air yang dikirim Perhutani ini. Mereka mengakus sudah lama menunggu bantuan dari pemerintah. “Selama ini warga mendapat air dengan cara membeli. Saat bantuan datang warga terutama ibu-ibu langsung menyiapkan wadah seadanya,” tambah Dewanto.

Masyarakat sangat antusias menerima bantuan tersebut. Tidak peduli laki-laki dan perempuan sembari membawa jerigen dan ember serta alat lainnya, mereka rela mengantri untuk mendapatkan air bersih.

Dewanto yang juga Administratur Perum Perhutani KPH Purwodadi ini menguraikan, bantuan air merupakan bentuk kepedulian Perum Perhutani KPH Purwodadi terhadap masyarakat sekitar hutan. Bahkan, mulai tanggal 30 Agustus -2 September 2018 akan melakukan kegiatan yang sama di desa Tarub, Godan dan Karangrejo. “Masing – masing desa mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 3 tangki,” tambahnya.

Kegiatan droping air di desa Gedangan melibatkan berbagai elemen masyarakat Lembaga masyarakat ( LMDH ) Wana Makmur dan Babinsa.

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru