oleh

Ngalap Berkah Di Apitan Desa Sumberjatipohon

-WISATA-254 views

Berebut Gunungan Di Bawah Kaki Pegunungan Kendeng Utara

Grobogan,grobogannews.com. Ribuan warga desa Sumberjatipohon, kecamatan Grobogan dan sekitarnya berebut hasil bumi yang terpasang si belasan gunungan raksasa usai dilakukan perarakan dari satu dusun ke dusun lainnya di desa tersebut. Tradisi rutin tahunan yang digelar pada bulan Apit (menurut pasaran jawa-red) diselenggarakan Pemerintah Desa Sumberjatipohon, Kamis (9/8/2018) kemarin.

Tradisi ini terus dilakukan meski perkembangan teknologi semakin bertambah canggih. Tujuannya, untuk mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kelimpahan berkah yang diterima penduduk di desa Sumberjatipohon.

Yang menarik dari tradisi ini yaitu arak-arakan dilangsungkan dengan mengelilingi desa Sumberjatipohon yang jauhnya kurang lebih sekitar tiga kilometer dan berakhir di lokasi wisata Jati Pohon. Tak hanya itu, peserta arak-arakan menggunakan busana adat khas Jawa yang menarik perhatian masyarakat terutama pengendara sepeda motor yang mengabadikan diri lewat swafoto dengan latar belakang perarakan gunungan ini.

Apitan Jati pohon

Jaka, warga desa Grobogan, yang sengaja datang bersama keluarganya ikut menonton upacara adat ini. Tak hanya menonton saja, ia beserta anak istrinya juga ikut berebut aneka sayur mayur dan buah yang terdapat di gunungan itu.

“Mumpung masih bisa lihat ini, bisa jadi kesempatan juga buat saya untuk mengenalkan tradisi apitan kepada anak-anak saya,” kata Jaka.

Selain gunungan, beberapa atraksi seni daerah khas Grobogan ditampilkan, mulai dari barongan, barongsai, drum band dan tari-tarian. “Ini untuk mendukung aktivitas wisata di desa kami. Desa Sumberjatipohon merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Grobogan. Dengan acara ini diharapkan wisata ini bisa semakin ramai,” tutur Kades Sumberjatipohon, Eni Endarwati di sela-sela acara kirab ini.

Setelah sampai di lokasi wisata, para warga sudah tidak sabar menanti waktunya ngalap berkah. Belum selesai upacara doa, warga langsung berebut isi gunungan ini. Meski berebut satu sama lain, namun berjalan kondusif.

“Sedekah bumi ini merupakan tradisi tahunan sebagai ungkapan syukur kami terhadap Allah SWT yang memberikan hasil pertanian melimpah. Untuk itu ada gunungan yang berisi hasil bumi, baik berupa sayuran, buah, serta aneka hasil bumi lainnya,” tambah Eni.

Dijelaskan juga, kirab gunungan ini tidak hanya untuk melestarikan tradisi tetapi juga sebagai bentuk kerukunan warga dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. Terlebih kegiatan ini dilangsungkan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 73.

“Sudah semestinya kita menjaga tradisi ini agar tetap lestari. Jangan sampai budaya ini musnah akibat tergerus perkembangan zaman. Tak hanya menjaga tradisi, tapi kita juga harus melestarikan kerukunan yang dikemas dalam ada acara budaya adiluhung ini,” harap Eni.

Selain gunungan dan nasi tumpeng, masyarakat juga menikmati hiburan pertunjukan ketoprak semalam suntuk. (hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru