oleh

Operasi Pekat Sat Sabhara

16 Orang Digelandang Ke Mapolres

Sebanyak 16 orang terjaring operasi pekat Sat Sabhara Polres Grobogan, Selasa (28/8/2018). Keenam belas orang tersebut terbagi tujuh pasangan tidak resmi dan dua orang tak memiliki identitas. Mereka terjaring petugas saat merazia tempat kost di bilangan Perumahan Sambak, Kota Purwodadi dan Cempaka, Kota Purwodadi. Mereka pun langsung diperintahkan naik ke atas truk Dalmas dan digelandang ke Mapolres Grobogan.

Beberapa alasan dilontarkan para pengguna kamar kost saat digeledah petugas. Umumnya, mereka beralasan tinggal sebagai suami istri. Namun, ketika dimintai dokumen yang sah mereka tidak mampu menunjukkannya.

“Kamu sudah punya suami?” tanya AKP Lamsir, Kasat Sabhara Res Grobogan saat menggeledah kamar Mentari (bukan nama sebenarnya-red) di kos-kosan Jalan Cempaka.

Mentari beralasan ia punya suami dan tinggal terpisah. Namun, tak berapa lama muncul seorang pria dari dalam kamar mandi. Mentari pun tidak bisa mengelak. Ia dan pasangan tidak resminya pun digelandang ke Mapolres.

Sesampainya di Mapolres, mereka didata dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka yang terjaring ini sebagian besar warga Kabupaten Grobogan. Sedangkan dua orang tak beridentitas ini berasal dari luar kota.

Petugas merazia lima pasangan tidak resmi di sebuah rumah kost di Perumahan Sambak, Kota Purwodadi. Sedangkan dua pasangan tidak resmi lainnya berasal dari kost di daerah Cempaka. Rata-rata mereka adalah wanita malam bekerja di tempat hiburan di Kota Purwodadi ini.

 

“Dari delapan kost yang kita sisir, kita dapati tujuh pasangan tidak resmi dan dua orang tanpa identitas berhasil kita amankan. Ada dua orang berasal dari luar kota, yakni Bandung. Sedangkan yang lainnya warga kabupaten Grobogan semua,” jelas Kasat Sabhara Polres Grobogan, AKP Lamsir.

AKP Lamsir menambahkan, pihaknya akan terus melakukan operasi pekat secara berkala agar tercipta suasana aman dan nyaman di Kabupaten Grobogan. Selain itu, tujuan razia ini juga diarahkan untuk mengantisipasi pelarian residivis maupun teroris.

Pasangan resmi yang terjaring langsung didata dan diberi pengarahan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. “Seluruh pasangan tidak resmi yang terjaring razia kita data dan membuat pernyataan bermaterai. Jika kedapatan melakukan hubungan mesum kedua kalinya, maka akan kami sidangkan dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring-red),” ungkapnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada pemilik rumah kost agar lebih selektif dalam menerima anak kost. “ Kita berterimakasih atas laporan masyarakat, sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Kami berharap Satpol PP secara berkala melakukan operasi yustisi agar Kabupaten Grobogan bersih dari prostitusi di kost,” pungkasnya.

Komentar

Post Terbaru