oleh

SMAN 1 Purwodadi : Sekolah Adiwiyata Terbaik Kedua se-JaTeng

-PENDIDIKAN-148 views

Keberuntungan tengah dicapai SMAN 1 Purwodadi di Bulan Agustus 2018 ini. Dua penghargaan bergengsi di bidang peduli lingkungan di tingkat Provinsi Jawa Tengah berhasil diganjar SMA negeri kebanggaan Kota Purwodadi ini.

Dua penghargaan tersebut antara lain, sebagai sekolah adiwiyata kedua terbaik se Jawa Tengah dan juara harapan untuk lomba hemat energi dan air.

Kepala SMAN 1 Purwodadi, Aris Supriyadi mengatakan dua penghargaan tersebut memotivasi para siswanya untuk lebih peduli pada lingkungan. Tidak hanya itu saja, dengan penghargaan ini, sekolah lain di Kabupaten Grobogan juga dapat termotivasi untuk bersaing menunjukan keunggulannya masing-masing.

’’Kami ingin sekolah-sekolah di Grobogan ini bersaing menunjukan keunggulan masing-masing. Dua penghargaan ini juga diharapkan membuat para siswa termotivasi untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan,’’ kata Aris yang belum setahun memimpin sekolah yang berlokasi di Jalan R. Suprapto, Purwodadi ini.

Ditambahkan Aries, penghargaan Sekolah Adiwiyata terbaik kedua itu diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 9 Agustus 2018 di Jepara. Sementara, penghargaan Lomba Hemat Energi dan Air diberikan pada saat upacara HUT Jateng, 15 Agustus 2018 di Hotel Ibis Semarang.

Menurut Aris, keikutsertaan SMA 1 Purwodadi cukup mepet saat mengikuti penilaian sekolah adiwiyata. Saat itu, dirinya baru dua hari memimpin di sekolah ini. “Saat melihat ada informasi penilaian sekolah adiwiyata, saya langsung mendaftarkan SMA 1 Purwodadi,” papar Aris.

Bahkan, untuk proses penilaiannya, pihaknya juga tidak begitu mengetahui secara detail karena saat itu berbarengan dengan penilaian kepala sekolah di tempatnya. ’’Yang dinilai ada empat komponen, yakni pengembangan kurikulum, kebijakan sekolah, partisipasi siswa, dan sarana prasarana,’’ katanya.

Usai penilaian, Aris sempat diberi sedikit bocoran pesaing kuatnya, yakni SMA 1 Sumpiuh Banyumas. ’’Katanya, pertisipasi siswa SMAN 1 Purwodadi ini kurang gereget. Ini menjadi masukan bagi kami untuk ditingkatkan,’’ ujarnya.

Di saat yang sama, pihaknya juga mendapat informasi lomba hemat energi dan air. Persiapan yang dilakukan juga tidak banyak. Sebelumnya, Aris tidak begitu mengharapkan banyak di lomba tersebut.

’’Kami masih banyak pembenahan untuk menjadi sekolah hemat energi dan air. Kami merencanakan menambah 10 solar cell untuk panel tenaga surya. Selain itu, kami juga sudah mengeset waktu pada jaringan listrik di sekolah, sehingga akan otomatis mati saat tidak digunakan,’’ tambahnya. (Hana)

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru