oleh

Sanggar Belajar Cahaya Ilmu Brabo, Harapan Ditengah Keterbatasan

-TOKOH-277 views

Pasutri Dirikan Cahaya Ilmu Untuk Anak – anak Desa Brabo

Tidak banyak pasutri berani melakukan gebrakan baru untuk lingkungan sekitarnya. Namun, Damanhuri (28) dan Prasetyani (27) berani melakukannya di desa mereka. Sebuah sanggar belajar bernama “Cahaya Ilmu” didirikannya di Dusun Cangkring RT 06 RW 03, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Keduanya mendirikan sanggar tersebut setelah melihat banyak anak-anak di sekitar mereka yang memiliki kemauan dan semangat belajar yang tinggi. Karena itu, keduanya berani melakukan sesuatu untuk memajukan anak-anak di desa mereka.

“Tujuan kami mendirikan sanggar kegiatan belajar masyarakat Cahaya Ilmu Brabo ini untuk membantu negara mewujudkan generasi yang unggul dalam prestasi mulia dalam budi pekerti,” kata Damanhuri, Selasa (18/9/2018).

Adanya kegiatan belajar di sanggar milik Damanhuri ini mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar. Terutama bagi orang tua yang harus meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja di siang hari. “Sanggar belajar kami ini seperti kelompok belajar anak-anak SD. Daripada anak-anak lebih banyak main setelah sekolah, mendingan saya ajak belajar bersama,” kata Damanhuri yang diamini Prasetyani.

Sanggar Belajar Cahaya Ilmu Brabo

Namun, kepedulian mereka terhadap anak-anak di sekitarnya terhalang dengan berbagai macam kekurangan. Hal itu sering membuat mereka sedih karena semangat anak-anak semakin lama semakin tinggi. “Selama ini kami berjalan apa adanya, Pak. Tutornya juga masih relawan. Belum ada bisyaroh-nya. Meski demikian, desa juga membantu untuk kegiatan ini tetapi tidak banyak. Namun, kami tetap bersyukur dengan adanya perhatian dari pihak desa,” tambah Damanhuri.

Berdiri Di Tengah Keterbatasan

Beruntung, pasangan suami istri mempunyai teman-teman yang memiliki perhatian terhadap sanggar mereka. Menurut Damanhuri, beberapa teman-temannya ini tidak jarang membantu apa yang dibutuhkan sanggar “Cahaya Ilmu” ini.

“Sebenarnya kalau boleh jujur, anak-anak menjadi tidak semangat belajarnya ketika kami kehabisan buku tulis dan bolpoin. Tentu saja kami sedih belum bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak di tengah keterbatasan ini. Kalau kedua alat tulis ini habis, saya mencari ke teman-teman saya. Dan syukur Alhamdulilah, ada teman-teman saya yang mau membantu kami,” tambah Damanhuri.

Saat ini, sanggar tersebut hanya dikelola oleh Damanhuri bersama istrinya. Keinginan untuk mengesahkan sanggar belajar mereka ini terpaksa dipendam lebih dulu karena tidak adanya biaya untuk mengurus notaris.”Saat ini masih kami kelola sendiri. Keinginan untuk mengesahkan sanggar belajar “Cahaya Ilmu” ini di mata hukum pastinya ada. Namun, kami kesulitan biaya untuk mengurusnya. Karena itu, keinginan tersebut harus dipendam dulu,” kata Damanhuri.

Namun, keinginan yang paling utama dari sanggar ini adalah tercukupinya sarana dan prasarana. Mengingat, semangat belajar dari anak-anak di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo ini sangat tinggi. Bahkan, tidak jarang mereka terlalu aktif untuk bertanya kepada sang pengajar. Hanya saja, kurangnya sarana dan prasarana membuat mereka tidak bisa memberikan gambaran lebih jelas kepada anak-anak.

“Memang anak-anak kami sangat aktif. Kami sering mengadakan tanya jawab dan anak-anak lebih aktif. Namun kurangnya sarana dan prasarana, membuat kami hanya bisa memberikan gambaran yang apa adanya. Tetapi kami berusaha membuat anak-anak menjadi paham,” kata Damanhuri.

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan, lanjut Damanhuri, lebih kepada peralatan mengajar seperti papan tulis, globe, peta, komputer, buku serta bolpoin. “Semoga ada donatur yang bersedia untuk membantu kesulitan kami ini. Mengingat, anak-anak mudah tidak semangat karena tidak maksimal dalam belajarnya kalau peralatan menulis sudah habis,” pungkas Damanhuri. (Hana)

Tentang Penulis: Endah Laela

Seorang yang suka dan senang dengan hal - hal menarik dan positif di sekitarnya untuk kemudian membagikan melalui artikel dan tulisan agar dapat bermanfaat bagi sesama manusia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru