oleh

Sistem Biopori, Solusi Atasi Bencana Kekeringan

-TIPS-286 views

Masyarakat Grobogan perlu dilakukan pembinaan untuk pembuatan sistem biopori. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi saat terjadinya musibah kekeringan yang kerap terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan saat musim kemarau.

Kepala Bidang PPS DALH Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Jawa Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, Sugeng Wachyono, menguangkapkan setiap hujan turun, masyarakat diminta agar airnya tidak dibiarkan lolos sampai ke laut. Air hujan tersebut harus ditampung kemudian diresapkan melaui lubang-lubang biopori.

Masyarakat Grobogan Perlu Dibina Pembuatan Sistem Biopori

‘’Kalau ada hujan, jangan dibiarkan lolos sampai laut. Harus ditampung dan diresapkan ke lubang-lubang biopori. Untuk menampungnya, perlu akar tanaman sebagai pengikat air,” katanya, usai memberikan pemaparan dalam Sosialisasi Konservasi Sumber Daya Alam serta Penghematan Energi dan Air di Kabupaten Grobogan, Senin (24/9/2018).

Untuk mengaplikasikannya, Sugeng mengatakan perlunya pembinaan kepada masyarakat dalam pembuatan biopori. Termasuk pada pembuatan drainase. Hal ini penting mengingat air yang mengalir dapat masuk ke lubang resapan tersebut. ‘’Nantinya, kalau meresap habis yang nggak masalah. Jika masih tersisa kemudian masuk sungai juga nggak masalah. Yang terpenting, ada air yang tertampung di biopori,” paparnya.

sistem biopori

Tak hanya itu saja, untuk mengikat air, Sugeng menyarankan masyarakat menanam pohon bambu untuk penampungan air saat hujan. Selain dapat bermanfaat sebagai penampung air, jenis tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta pertumbuhannya yang cepat.

‘’Di Jawa ini, ada 174 jenis bambu. Coba bareng-bareng didesain dan dibuat percontohan dulu di lahan sekitar 10 Ha. Lahan nggak harus miilik Pemkab. Untuk mencari bambu yang cocok, bisa konsultasi dulu di Pusat Studi Bambu, Kaliurang, Yogyakarta,” sarannya.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Asisten bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Grobogan, Ahmadi Widodo. Pria yang akrab disapa Widodo ini mengatakan saat ini beberapa negara maju mulai mencari energi yang terbarukan serta sumber-sumber air. Hal ini diakibatkan karena ketakutan terhadap isu dan prediksi akan munculnya peperangan untuk merebutkan SDA, termasuk sumber – sumber energi dan air.

‘’Negara Indonesia memang dikenal kaya akan sumberdaya air dan hutan-hutan masih lestari. Untuk itu, saya imbau pada kepala sekolah yang hadir agar selalu mengingatkan siswanya betapa pentingnya menjaga lingkungan,” kata pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.

Tentang Penulis: Endah Laela

Seorang yang suka dan senang dengan hal - hal menarik dan positif di sekitarnya untuk kemudian membagikan melalui artikel dan tulisan agar dapat bermanfaat bagi sesama manusia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru