oleh

Upsus Pajale Turut Dongkrak Hasil Pertanian

-BERITA, SOSIAL-235 views

Program Upsus Pajale Turut Dongkrak Produksi Padi Di Kabupaten Grobogan

Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) di Kabupaten Grobogan turut membantu dalam peningkatan produksi padi di Kabupaten Grobogan. Hal tersebut dikatakan langsung Bupati Grobogan, Hj Sri Sumarni, di sela-sela acara Tebar Pupuk Organik dam Percepatan Masa Tanam, Rabu (19/9/2018) di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.

Dikatakan Sri Sumarni, Program Upsus Pajale ini sudah dilakukan Kementerian Pertanian sejak tahun 2014 dengan dukungan TNI. Adanya program ini di Kabupaten Grobogan telah berhasil mendongkrak produksi padi di wilayah ini.

“Pada Tahun 2015 produksi padi di Kabupaten Grobogan sebesar 799.307 Ton. Tahun 2016 meningkat menjadi 843.863 Ton. Dan Tahun 2017 naik lagi menjadi 864.977 Ton. Peningkatan produksi padi tersebut disokong oleh meningkatknya luas panen padi melalui optimalisasi penggunaan lahan, dan perluasan panen di areal hutan dan lahan kering. Yang paling berperan tentunya adalah karena Grobogan mempunyai  petani yang hebat. petani yang tidak pernah menyerah,” ungkap Sri Sumarni.

Selain program Upsus Pajale ini, Bupati juga mengapresiasi program tebar pupuk organik dan percepatan masa tanam. Menurutnya, program tebar pupuk organik ini diharapkan dapat membangun kesadaran para petani untuk beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya para petani di Kabupaten Grobogan ini mengandalkan pupuk kimia dibandingkan dengan penggunaan pupuk organik

Pragram Upsus Pajale

“Penggunaan pupuk organik di tingkat petani masih sangat rendah. Hal ini disebabkan banyaknya petani yang masih mengandalkan pupuk kimia dalam pemupukan dibandingkan menggunakan pupuk organic. Hal ini tentunya menyebabkan tingkat kesuburan lahan semakin menurun dari tahun ke tahun. Dari hasil pengujian di beberapa tempat, kandungan C Organik lahan di Kabupaten Grobogan rata-rata kurang dari 2 %, padahal idealnya paling sedikit 5%. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Grobogan.,” kata Bupati.

Percepatan Masa Tanam

Sementara untuk percepatan masa tanam di areal persawahan yang ada di Kecamatan Tegowanu dilakukan bulan September ini mengingat di kawasan tersebut rawan terjadinya banjir. Karena itu, percepatan tanam seluas 922 Ha di Kecamatan Tegowanu serta di Gubug dilakukan pada bulan ini.

Dikatakan Bupati, Kabupaten Grobogan dikenal sebagai lumbung padi yang memberikan kontribusi cukup besar untuk penyediaan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Namun, musim panen yang tidak bisa diperkirakan menyebabkan produksi padi sangat kecil.

“Akan tetapi musim panen belum bisa merata dari bulan ke bulan. Pada  bulan-bulan tertentu, terjadi paceklik produksi padi, yaitu pada Bulan November dan Bulan Desember. Produksi padi pada bulan itu sangat kecil. Hal ini disebabkan kecilnya luas tambah tanam padi pada Bulan Agustus dan September,” ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Grobogan ini.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo, mengatakan pihaknya sebagai penyelenggara memilih Kabupaten Grobogan sebagai lokasi acara tersebut karena memiliki potensi pertanian yang sangat bagus. Indikasinya yakni produktivias dan luas areal panen yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mendukung ketahanan pangan nasional adalah percepatan masa tanam padi secara serentak di Bulan September 2018,” jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan, pupuk organik yang diproduksinya bukan tanpa alasan untuk dipasarkan kepada para petani di Indonesia. Hal itu dilihat dari kondisi tanah di Indonesia yang makin menurun tingkat kesuburannya. “Dari hasil penelitian Baittan Bogor, diketahui kandungan C-organik tanah di Indonesia umumnya kurang dari dua persen. Padahal, tanah dikatakan subur jika kandungan C-organiknya yang ideal sebanyak lima persen,” papar Meinu.

Selain bupati serta ribuan para petani, hadir juga Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro Budi Rahardjo serta bupati/walikota dari kawasan eks Kariesidenan Pati dan Kota Salatiga. (Hana)

 

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru