oleh

Yarits Al’ Kaaf Rengganingtyas, Mutiara Bulutangkis Dari Jetis

Tidak banyak yang tahu jika dari pemukiman padat penduduk di daerah Jetis, Kota Purwodadi, terdapat bocah laki-laki ajaib yang masih berumur 10 tahun namun sudah syarat prestasi dan mampu mengharumkan nama kabupaten Grobogan. Adalah Yarits Al’ Kaaf Rengganingtyas, putra dari keluarga sederhana pasangan Pramega (37) dan Endah (30) ini mempunyai prestasi yang sangat membanggakan lewat olahraga Bulutangkis.

Bakatnya Berawal Dari sang Kakek

Ditemui di rumahnya, Senin (24/9/2018), Pramega, menceritakan awal mula Yarits mendalami olahraga ini hingga mendapatkan kejuaraan tingkat nasional. Saat itu dimulai saat ia duduk di kelas 3, tahun 2016 lalu.

“Mulai menekuni badminton dari 2016 awal saat naik ke kelas 3. Awal pertama dia ikut kejuaraan dimulai dari Kejurkab Grobogan,” tutur Pramega.

Yarits Al’ Kaaf Rengganingtyas Bersama Rekan

Kedua orang tuanya tidak menyangka Yarits bisa mempunyai kemampuan bermain bulutangkis. Meski demikian, mereka tidak memungkiri bakat tersebut mulai ada dari kakeknya.

“Setiap sore, saya lihat Yarits tidak pernah ada di rumah. Ternyata dia sering diajak kakeknya bermain badminton. Saat itu juga saya ajak dia bermain badminton di depan rumah sini. Saya lihat cara memukul shuttlecock berbeda dari anak-anak seumurannya. Akhirnya, setiap sore saya ajak latihan. Saya ajari dia cara memukul. Hingga akhirnya, saya masukkan dia ke klub badminton,” ungkap Pramega saat ditemui di rumahnya di Soponyono III RT 11 RW 16.

Beberapa hari setelah masuk di klub tersebut, lanjut Pramega, terdapat pengumuman Kejurkab Bulutangkis. Tidak perlu menunggu lama, Pramega pun mendaftarkan Yarits ke kategori Pra Dini. Bersyukur, pada Kejurkab tersebut, Yarits mampu meraih juara satu. Dari situlah, Yarits mengenal kerasnya dunia pertandingan bulu tangkis. Berbagai pertandingan diikutinya sampai pada Bulan Februari 2017.

“Setelah itu bulan Februari 2017, ada kejuaraan Simpang Tujuh Master di Kudus. Ada seorang pelatih bulutangkis di Purwodadi kagum dengan bakat Yarits. Kemudian, beliau menawari ikut turnamen di Kudus. Saya hanya bilang monggo. Namun pada saat pertandingan di Kudus itu, Yarits hanya sampai babak semi final,” .

Pertemuan Dengan Sang Pelatih

Walau kalah, ternyata bakat Yarits bermain bulutangkis menarik perhatian seorang pelatih bulutangkis senior kota Purwodadi, yang dulu sempat juga melatih di PB Djarum Kudus bersama pemain legenda Hastomo Arbi, Pak Sunyoto (45).

Yarits Al’ Kaaf Rengganingtyas Bersama Sang Idola

Ayah dari atlet bulutangkis profesional Didit Juang Indrianto ini kemudian mengutarakan niatnya kepada Pramega untuk melatih Yarifs. Ia pun menganjurkan agar Yarits mencari tempat latihan sendiri, dan tidak di GOR Mandala Krida Purwodadi seperti biasanya.

“Beliau bilang, saya akan latih dia tapi tolong saya dicarikan lapangan untuk latihan” Kenang Pram, sapaan akrab Pramega.

“Karena setelah hampir 2 bulan tidak pernah kelihatan di GOR, ditanyakan Pak Sumarli ketua PBSI Grobogan. Dia bilang, lho Yarits kok tidak pernah kelihatan dimana, saya jawab latihan di lapangan Menduran pak, kemudian pak Sumarli menganjurkan untuk membuat PB sendiri. Ini adalah awal mula terbentuknya PB Mutiara Yafis, Klub Yarits saat ini yang awalnya saya biayai sendiri,” Lanjut dia

Dari situ, Yarits mulai mengikuti berbagai pertandingan demi pertandingan. Beberapa diantaranya adalah pertandingan Kapolres Grobogan Cup, Yarits mengikutinya dan mendapatkan juara satu. Berlanjut pada kesempatan mengikuti audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum di Purwokerto dan mendapatkan Super Tiket, sayang dia tidak lolos setelah mengikuti audisi di Kudus.

Walau begitu Pramega tetap bangga dengan sang anak “Saya tidak pernah menyangka anak saya bisa seperti ini. Sampai saat ini sudah banyak kejuaraan yang diikuti, ini ada sekitar 30 lebih piala dan medali yang dia dapat,” Sambung Pram.

Yarits Al’ Kaaf Rengganingtyas Dapat Super Tiket

Yarits Ingin Didukung Saat Berlaga

Di tingkat Nasional, Yarits pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kejuaraan Sirnas (Sirkuit Nasional) bulan 2018. Namun, dalam pertandingan ini, Yarits harus menelan pil pahit lantaran harus kalah dari pemain asal Jepang. Namun, hal tersebut membuat Yarits tetap terus bersemangat mengikuti latihan-latihan lagi serta mempersiapkan pertandingan-pertandingan dalam waktu dekat.

“Pihak sekolah sendiri juga mendukung penuh apa yang dilakukan Yarits. Mereka memperhatikan Yarits dengan memberikan uang saku saat Yarits akan berlaga. Meskipun uang sakunya tidak seberapa tetapi itu menyemangati dirinya,” tambah sang ayah yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang sepuh emas ini bersama sang istri

Dari database PBSI, Yarits saat ini menempati peringkat 840 dari 1060 dari semua kategori dan umur seluruh Indonesia. Meski demikian diakui Pramega, pihaknya juga sangat mengharapkan adanya dukungan serta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

“Saat ini setiap kali ikut kejuaraan bulutangkis diberbagai kota Yarits masih kami biayai sendiri, walupun kami selalu membawa nama PB dan Grobogan. Harapan kami (saya dan PB), Yarits bisa mendapat sponsor dari pemerintah atau swasta, sehingga dapat membantu meningkatkan prestasinya dan mengharumkan nama kabupaten Grobogan,” pungkasnya.

Persiapan Mengikuti Audisi PB Djarum
Persiapan Mengikuti Audisi PB Djarum

Tentang Penulis: Reporter Grobogan

Gambar Gravatar
Wartawan Grobogannnews yang kredibel, ulet serta berani untuk bersuara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru