oleh

Keberhasilan Program Pemerintah “SAGUSABU” Kabupaten Grobogan

-PENDIDIKAN-88 views

Peserta Workshop “SAGUSABU”  Memang di Deadline

Pada bulan Agustus lalu, Dinas Pendidikan mengadakan kegiatan workshop “Satu Guru, Satu Buku” (Sagusabu). Program tersebut ternyata sesuai dengan rencana. Dalam kurun satu bulan, sebanyak 97 guru dari seluruh Kabupaten Grobogan, berhasil menulis buku.

“Pada tahap pertama, peserta workshop memang kita deadline untuk bisa menyelesaikan satu buku dalam waktu sebulan. Alhamdulillah, dari 196 peserta, sudah ada 97 orang guru yang bukunya selesai dan siap cetak. Sedangkan, guru lainnya masih dalam proses pembuatan. Hasil karya para guru ini akan kita tampilkan dalam festival literasi bulan November nanti,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Grobogan, Amin Hidayat, dalam sambutannya di acara ‘Literasi Asyik Mendesain Peta Cerita (Enikki)’ di Firdausia Ballroom Kyriad Hotel, Senin (8/10/2018).

Mantan kepala SMAN 1 Purwodadi ini mengapresiasi para guru yang mau mengikuti pelatihn dan berhasil membuat sebuah buku. Apresiasi ini ditujukan langsung kepada para guru karena dinilai sudah banyak berkorban, baik biaya, waktu, tenaga dan pikiran untuk membuat karya tulis berbentuk buku ini.

“Tidak semua orang itu mampu menulis buku. Terkadang kita ini bingung tentang apa yang harus ditulis, dan dari mana harus mulai menulis. Oleh sebab itu, mereka yang sudah berhasil bikin buku harus dapat apresiasi tersendiri,” tambah Amin Hidayat.

Keberhasilan Program Pemerintah "SAGUSABU"

Kegiatan workshop kali ini merupakan lanjutan dari workshop Sagusabu yang digelar dua bulan sebelumnya. Dalam kegiatan ini, dua narasumber dari Kemendikbud RI, yakni Satgas Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dewi Utama Faizah dan Ilustrator GLS, Kambali, SS. Kedatangan dua penceramah ini memberika berbagai cara kepada para guru untuk membuat peta cerita yang sesuai dengan tema dan kondisi tumbuh kembang anak.

Menulis Itu Adalah Kemampuan Literasi Yang Dekat Dengan Dunia Guru

Kegiatan ini digelar selama dua hari, mulai Senin (8/10/2018) hingga Selasa (9/10/2018). Sebelumnya kegiatan ini dibuka Sekda Grobogan, Moh Soemarsono. Dalam kesempatan ini juga, Moh Soemarsono mengukuhkan pengurus Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) masa bakti 2018-2021.

Dalam sambutannya, Moh Soemarsono mengungkapkan kebangaannya kepada para guru di Kabupaten Grobogan yang berhasil membuat buku dengan berbagai tema ini.

“Saya nilai luar biasa sekali. Apalagi, buku ini berhasil diselesaikan dalam waktu cukup singkat. Apa yang sudah dihasilkan para guru ini tentunya ikut memberikan andil pada Grobogan yang sudah dicanangkan sebagai kabupaten literasi sejak tahun 2016 lalu,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Moh Soemarsono, menulis itu adalah kemampuan literasi yang dirasa sangat dekat dengan dunia guru. Disisi lain, dengan menulis buku maka guru akan mendapatkan banyak efek positif sesudahnya.

“Antara lain, efek kedinasan dalam mendukung kenaikan pangkat golongan. Selain itu, dengan menulis buku juga memberikan dampak positif terhadap popularitas, berbagi insiprasi dan ilmu, menyebarkan kebenaran, legacy dan royalti atau penghasilan,” tutur Moh Soemarsono.

Menurutnya, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kegiatan literasi ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dimana selama ini Pemkab Grobogan berkomitmen dalam hal ini.

“Literasi tidak hanya sekadar program, tapi sebuah gerakan. Semua harus bergerak mengajak warga masyarakat khususnya kalangan guru ditengah serbuan teknologi yang begitu dahsyat,” pungkasnya.

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru