oleh

Pihak Sekolah Akan Berhentikan Program Study Tour

Program studi tur di tingkat SMP merupakan program wajib yang dilakukan untuk siswa kelas VIII. Termasuk dilakukan di SMPN 1 Pulokulon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Namun, pada pelaksanaan tahun 2017 dan 2018 ini, program studi tur tersebut gagal karena insiden kecelakaan di tempat yang sama yakni di Tol Pejagan-Kanci area Tol Cipali.

SMPN 1 Pulokulon Menghentikan Sementara Program Study Tour Untuk Siswa

Senin (1/10/2018) dinihari, insiden tersebut kembali terjadi pada pukul 00.00 WIB. Kabar ini mengejutkan seisi sekolah yang tidak ikut studi tur yakni para guru yang tinggal dan para siswa kelas VII dan IX. Mereka menangis histeris setelah mengetahui ada korban meninggal dan luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Hal ini dinyatakan langsung Wakasek SMPN 1 Pulokulon, Sodikin.

Sodikin memerintahkan 230 siswa lainnya yang tidak mengalami kecelakaan dipulangkan secara paksa meskipun belum sampai di tempat tujuan. Keputusan ini diambil karena tidak memungkinkan para siswa bersenang-senang sementara rekan mereka serta para guru mengalami kecelakaan bus. “Siswa kita pulangkan paksa. Semua kita pulangkan walaupun belum sampai ke tujuan,” ungkap Sodikin, saat ditemui sembari menunggu kepulangan siswa.

Untuk korban tewas, lanjut dia, langsung dipulangkan dari RS Gunung Jati, Cirebon. Tidak hanya itu saja. Aktivitas belajar-mengajar bagi siswa kelas VII dan XI harus diberhentikan sementara karena insiden kecelakaan maut di tol tersebut.

Rombongan Study Tour SMPN 1 Pulokulon Kecelakaan

“Tidak saja bagi siswa yang dalam perjalanan, namun kita penghentian sementara aktifitas sekolah juga dilakukan imbas dari insiden kecelakakan maut di Tol Cipali. Insiden kecelakakan, dialami bus 2 dari lima bus yang disewa Rafa Tour selaku biro perjalanan. Siswa yang di sekolah menangis histeris mendengar kelas VIII yang sedang darma wisata kecelakakan di tol. Mereka menangis terus sehingga proses belajar mengajar kita hentikan. Dan siswa kita minta belajar di rumah,” papar Sodikin.

Sebanyak dua kali mengalami kecelakaan, Sodikin mengakui hal tersebut membuat pihak sekolah tertekan sekaligus trauma. “Ini sangat membuat kita tertekan dan trauma. Mungkin, untuk evaluasi ke depan kita akan menghentikan sementara kegiatan wisata untuk siswa,” ungkapnya.

Orang Tua Mafhut Menyesal

Dalam kecelakaan maut tersebut, empat korban dinyatakan tewas yakni Desy Ruma Sitasari, Moh Mafhut Ahnan, Akhiyat Mufti Syahbana dan Fidya Kastarena. Dari daftar tempat duduk yang dipasang pihak sekolah, Desy, merupakan penumpang yang duduk di kursi nomor 6 sebelah kiri pengemudi. Sementara, Fidya duduk di kursi nomor 23 dan Akhiyat berada di kursi nomor 44.

Kecelakaan Lagi!

Peristiwa kecelakaan maut yang dialami satu rombongan studi tur di Tol Pejagan, Senin dinihari tadi, membuat para orang tua siswa yang tewas sangat berduka. Termasuk Ramlan, orang tua siswa Mafhut Ahnan. Dituturkan kepada para pelayat, anaknya yang duduk di kelas VIII itu sebelumnya enggan berangkat. “Tetapi karena desakan pihak sekolah yang telah menganggarkan biaya untuk berwisata maka Mafhut berangkat. “Malah kejadianya seperti ini,” ungkapnya lirih saat menerima kedatangan para pelayat.

Berita Populer:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru