oleh

Belajar Cara Membuat Tempe Yang Enak di RKG

-PENDIDIKAN-164 views

Sebenarnya sangat banyak kegiatan yang bisa dilakukan anak – anak sekolahan di luar ruang kelas. Dimana kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan efek positif kepada para pelajar agar belajar tidak harus di dalam kelas. Seperti yang dilakukan para siswa SMAN 1 Welahan, Kabupaten Grobogan. Beberapa waktu lalu, rombongan sebanyak 278 siswa kelas X beserta 24 guru pendamping melakukan kegiatan outing class di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), kecamatan Toroh.

Kedatangan mereka disambut ramah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Edhie Sudaryanto. Bertempat di Aula RKG, Edhie memaparkan kepada rombongan ini tentang seluk beluk kedelai varietas Grobogan yang dipergunakan sebagai pembuatan tempe organik yang dibuat di Rumah Kedelai Grobogan tersebut.

Kedelai Varietas Grobogan Bukan Hasil Rekayasa Genetik

Dalam paparannya, Edhie mengatakan RKG bukan hanya sebagai tempat menampung hasil panen kedelai saja. Namun, RKG ini juga dimanfaatkan sebagai sarana belajar mulai dari awal hingga akhir komoditas kedelai.

“RKG juga menyediakan benih kedelai berkualitas varietas Grobogan. Selain itu juga sebagai sarana pembelajaran kepada para petani dan UMKM. Di tempat ini, juga disiapkan lokasi tanam kedelai, penjemuran sampai pengolahan beragam aneka bahan pangan dari bahan baku kedelai,” kata Edhie.

Kedelai varietas Grobogan, lanjut dia, memang sudah dikembangkan secara terus-menerus oleh petani di Kabupaten Grobogan. “Kedelai varietas ini, bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO dan sudah mendapat sertifikasi nasional. Berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik,” tambah Edhie.

Cara Membuat Tempe Yang Enak di RKG

Edhie menyatakan rasa senangnya telah didatangi rombongan siswa dan guru dari Kabupaten Jepara. Menurutnya, dengan memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budidaya kedelai ini dapat memberikan manfaat bagi para siswa juga para guru.

Usai mendapatkan penjelasan dari Edhie Sudaryanto, rombongan melihat langsung proses produksi tempe dan tahu serta beragam makanan ringan dari bahan kedelai di sana. Para siswa juga mencicipi langsung produk olahan dari RKG.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Welahan bidang Kesiswaan, Nur Adit, mengatakn tujuan kedatangan rombongannya merupakan program “One Day Outing Class” yang memang merupakan program untuk siswa kelas X. Di RKG, kata pria yang akrab disapa Adit ini, para siswa dan guru dapat belajar mengenai masalah kedelai secara lengkap.

‘’Di RKG ini, siswa-siswi kami dapat belajar masalah kedelai secara lengkap. Mulai dari bagaimana cara penanaman hingga pengolahan produk dan pemasarannya. Ternyata RKG sudah membuat banyak produk dari kedelai lokal, ada tahu, tempe, dan susu kedelai. Ini bisa diaplikasikan untuk mata pelajara biologi, kimia, atau membuat prakarya,” ujarnya.

Selain Grobogan, dua tempat lain juga dipergunakan untuk kegiatan ini. Yakni di Museum Sangiran dan Tawangmangu. “Jadi, kegiatan ini merupakan pembelajaran diluar kelas. Ada tiga lokasi yang kami tuju. Salah satunya adalah berkunjung ke RKG ini,” kata Adit, sapaan akrabnya. (Hana)

 

Tentang Penulis: Hana

Penulis yang independen yang sangat mengedepankan informasi yang akurat untuk memberikan edukasi yang baik dan benar kepada mayarakat luas

Komentar

Post Terbaru