oleh

Besok! WKG Adakan Lomba Geguritan di Pendopo

-PENDIDIKAN-405 views

Lomba Menulis dan Membaca Geguritan, Jadi Ajang Pelestarian Budaya Jawa 

Sebagai bentuk keprihatinan akibat pudarnya rasa cinta terhadap kesenian daerah, sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Grobogan mengadakan kegiatan bertemakan seni yakni Lomba Menulis dan Membaca Geguritan tingkat SD/MI dan SMP/MTs se Kabupaten Grobogan.

Mereka yang menamakan diri dalam komunitas Wartawan Kreatif Grobogan (WKG) ini menggandeng Wasarana, sebagai penyelenggara, akan melaksanakan kegiatan ini esok hari, Sabtu (10/11/2018) di Pendopo Kabupaten Grobogan.

Meski sehari-harinya para wartawan ini bekerja sebagai kuli tinta, namun mereka ingin membangun Kabupaten Grobogan melalui seni.

“Dulu, kebudayaan Jawa terasa kental di Jawa Tengah. Berbagai adat istiadat serta kesenian Jawa kerap ditampilkan di berbagai kegiatan tertentu seperti pernikahan, pertunjukkan wayang kulit, sinom, macapat, dan geguritan. Kini kalau kita lihat jarang ditemukan.” kata Felik, penggagas acara tersebut.

“Kalau pun ditemukan di pelosok desa, itupun jumlahnya sedikit. Kita melihat gadget sudah membuat generasi muda kita ini berubah halauan. Dan sepanjang pengetahuan saya, kegiatan lomba menulis dan membaca geguritan ini belum pernah ada di Kabupaten Grobogan. Karena itu, kami mengadakan kegiatan tersebut,” Tambahnya

Semula rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2018 kemarin. Namun, persiapan teknis yang kurang matang akhirnya mereka menunda kegiatan tersebut dan akan dilaksanakan tanggal 10 November 2018 esok.

“Sebetulnya kita menunda karena komunitas ini baru saja berdiri. Kita sampai lupa kapan kita berdiri, yang jelas kita ada ide langsung kita rapat sebentar lalu kita bikin kepanitiaan. Karena banyaknya teman-teman yang sambil liputan jadi tidak maksimal. Baru dua minggu ini kita benar-benar persiapkan untuk lomba tersebut,” tambah dia.

Solusi didapat, yakni para wartawan ini mencoba membagi waktu antara liputan dan persiapan lomba tersebut. Hingga akhirnya mereka dapat bersatu menentukan konsep perlombaan tersebut.

“Ide awalnya itu saat teman sesama wartawan dapat undangan untuk liputan tentang lomba geguritan di Semarang. Saat itu, tingkatnya sudah Provinsi Jateng. Di sana dia cerita, kok tidak ada peserta dari Kabupaten Grobogan ya? Akhirnya, kita ingin Kabupaten Grobogan juga dikenal melalui lomba geguritan ini,” kata Felik.

Untuk mewujudkan itu, mereka lalu membentuk kepanitiaan. Bukan perkara mudah untuk melaksanakan acara seperti ini. Tentu saja banyak halangan.

Mendapat Izin Dari Dinas Pendidikan

“Halangannya, kita ‘kan semua wartawan ya. Jadi, belum bisa bagi waktu. Tapi akhirnya kita bisa bagi waktu juga. Beres soal bagi waktu, pesertanya belum ada. Nah karena itu kita mundurkan jadwal, di waktu yang tersisa itu kita manfaatkan untuk sosialisasi ke sekolahan-sekolahan, lewat media sosial, bahkan pasang pamflet.

Bersyukur acara ini juga sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. Kami berterima kasih kepada Pak Amin Hidayat yang mengizinkan kami mengajak para guru SD dan SMP serta murid SD dan SMP untuk berkreasi lewat geguritan ini,” katanya.

Tujuan dari lomba ini, kata Felik, tidak lain untuk ikut melestarikan budaya Jawa khususnya geguritan ini. Menurut dia, banyak pihak sudah melaksanakan kegiatan yang berbau seni. Namun, geguritan ini sangat layak dilestarikan lagi keberadaannya.

“Akhir-akhir ini kita prihatin dengan pudarnya minat generasi muda dalam melestarikan budayanya sendiri. Maka kita ajak bapak ibu guru untuk berkreasi melalui geguritan ini dengan harapan semangat mereka mampu menular ke murid-muridnya. Dan untuk murid-murid yang ikut, kami berharap mereka memahami bahwa geguritan itu tidak sekadar dipelajari tetapi juga dipraktekkan,” ungkap ayah dua putra ini.

Batas Pendaftaran Sebelum Jam 8 pagi

Saat ini pihak panitia masih membuka pendaftaran peserta lomba. Baik untuk lomba membaca maupun lomba menulis geguritan.

“Sebenarnya untuk pendaftaran kami tutup tanggal 6 November 2018 kemarin. Tetapi kami masih membuka sampai hari H pelaksanaan sebelum jam 08.00 WIB. Kita buka pendaftaran on the spot pada hari H di Pendopo Kabupaten Grobogan esok hari. Harapannya, semakin banyak yang ikut serta dalam kegiatan lomba menulis dan membaca geguritan ini, maka semakin banyak masyarakat yang akan terus melestarikan kesenian ini, termasuk para guru dan murid,” kata Felik.

Beberapa juri yang ahli di bidangnya sudah dipersiapkan panitia. Antara lain, Widiyartono R (redaktur senior/pemerhati kesenian Jawa), Suyadi (penggiat Seni di Kabupaten Grobogan), serta Ibu Tantri (penyiar/sinden ternama di Kabupaten Grobogan)

“Para juri ini mempunyai kredibilitas di bidangnya. Pak Widi adalah penggiat seni di Jawa Tengah. Dia memiliki minat di bidang seni dan budaya Jawa. Kemudian ada Pak Suyadi dari Tawangharjo. Beliau memang punya jiwa seni yang luar biasa dan juga ada Ibu Tantri, beliau ini penyiar di sebuah radio dan juga sinden ternama di Kabupaten Grobogan,” pungkas Felik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru