oleh

Yang Masih Nekat Lawan Arus Akan Ditilang!

Berlaku Mulai Tanggal 1 Desember 2018

Awal November 2018, tepatnya pada 2 November 2018, jalur jalan R. Suprapto, Purwodadi diberlakukan satu arah. Pemberlakuan jalur searah ini dimulai dari arah selatan yakni Simpang Lima menuju R. Suprapto sampai bangjo perempatan Yakkum.

Meski sudah disosialisasikan sebelumnya, masih banyak masyarakat yang nekat melawan arus. Mayoritas para pengendara ini melakukan pelanggaran dari  jalur-jalur seperti Jl P. Tendean, Jl. Siswamiharja, Jl. Wijaya Kusuma, Jl. Dworowati dan Jl. KHA Dahlan menuju ke selatan.

Banyaknya pengendara yang melawan arus ini juga dikeluhkan masyarakat lainnya. Mayoritas mereka yang harus banting setir ke kiri seperti saat jalur tersebut diberlakukan dua arah. Hal ini dikarenakan mereka mengalah dengan warga yang melawan arus.

“Bisa dibayangin ya, kita bawa penumpang. Posisi sudah bener, eh tahu-tahu dari jalan sebelah SMA Muhamadiyah ada yang nyelonong ke arah berlawanan. Untungnya saya masih bisa belok ke kiri,” ujar Rahmad, pengemudi mobil.

Selain di jalan R. Suprapto, pemberlakuan jalur satu arah dilakukan di Jalan Hayam Wuruk. Meski sudah ada palang besi di dekat bundaran Ganesha, tetapi masih banyak ditemukan pengendara melawan arus dari arah Dr Soetomo yang melawan arus ke arah utara. Mayoritas mereka hendak pulang ke rumah mereka di daerah Palembahan atau menengok kerabat di RS Permata Bunda.

“Saya cuma mau ke RS Permata Bunda. Dari pada muter kejauhan, mending mlipir saja,” kata Laras, pengemudi motor asal Danyang.

Berkaitan dengan banyaknya jumlah pengemudi yang masih nekat melawan arus, mulai tanggal 1 Desember 2018 nanti, Satlantas Polres Grobogan akan melaksanakan penindakan tilang kepada pelanggar yang melawan arus di jalur R. Suprapto, Jl. DI Panjaitan, dan Jalan Hayam Wuruk Purwodadi. Hal tersebut dibenarkan Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Panji Gedhe Prabawa.

Menurut AKP Panji, dari hasil pemantauan masih ada warga yang melakukan pelanggaran. Sebab itu, pihaknya akan mengadakan penindakan tilang bagi pelanggar yang melawan arus. Penindakan tilang ini hanya diberlakukan bagi pengendara roda dua dan empat yang nekat melawan arus. Sementara untuk tukang becak maupun masyarakat pengguna sepeda onthel disosialisasikan dengan himbauan. “Kalau becak dan sepeda onthel memang tidak bisa ditindak. Paling hanya bisa dihimbau saja,” kata AKP Panji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Post Terbaru